Yusuf Mansur, Jalani Pemeriksaan Kasus  Rumah Fiktif

21

Surabaya, 06 Maret 2020 – Ustaz Yusuf Mansur yang saat ini sebagai pengasuh Pondok Pesantren Daarul Quran penuhi panggilan polrestabes (Kepolisian Resor Kota Besar)  di Surabaya, Jawa Timur. Polisi melakukan pemeriksaan terhadap sang ustaz dikarenakan beliau merupakan saksi dalam rumah syariah fiktif bernama Multazam Islamic Residence.

Sekitar jam 09.47 WIB, Yusuf  telah tiba di lokasi Mapolrestabes Surabaya, Gedung Anindita dengan menggunakan Golf Car. Mobil ini dikendarai oleh AKBP Sudamiran selaku Kasatreskrim Polrestabes Surabaya.

Ketika tiba di kantor polisi, Yusuf memberikan keterangan saat ditanyakan oleh penyidik. Yusuf Mansur ingin membuktikan bahwa dirinya tidak ada kaitannya dengan perumahan syariah fiktif yang ada di Jawa Timur tersebut. Tetapi ketika penyidik bertanya tentang hubungan tersangka dengannya, Yusuf enggan memberikan penjelasan jelas. Yusuf akan memberikan keterangan  setelah pemeriksaan dirinya selesai dilakukan. Pemeriksaan yang dilakukan pada Yusuf bertujuan untuk memperoleh keterangan tambahan dan kelengkapan berkas. Hal ini sesuai yang diucapkan oleh AKBP Sudamiran.

Kasus dugaan penipuan pada rumah syariah fiktif ini berhasil dibongkar oleh Polrestabes Surabaya. Kasus perumahan dibawah pengelolaan PT Cahaya Mentari Pratama ini memang menyeret nama Yusuf. Bahkan disebutkan promosi  rumah syariah ini di tahun 2016 lalu pernah melibatkan nama Yusuf.

MS selaku Direktur  Utama dari PT Cahaya Mentari  Pratama ini ditetapkan sebagai tersangka, sebab MS diduga telah menipu calon pembeli. Penipuan ini dengan jaminan hunian bersama yang berbasis syariah  tentunya lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang.

Sebelumnya ketika dugaan Yusuf terlibat dalam kasus ini, Yusuf membantah. Sebaliknya Yusuf menyebutkan dirinya tidak pernah bekerja sama dengan PT tersebut, bahkan bertemu dengan pihak Multzam saja tidak pernah.

Ketika ditanya oleh pihak CNN, Yusuf juga menjawab bahwa dirinya tidak memiliki hubungan apapun dengan perumahan syariah tersebut. Yusuf mengaku bahwa namanya dengan DQ dibeberkan dengan pemberitahuan yang tidak jelas.

Yusuf  juga menambahkan bahwa dulu perumahan syariah ini dikatakan untuk wakaf, sehingga dia dan pihak pengelola program tersebut pernah bertemu, namun hanya bertemu biasa saja. Namun disisi lain Yusuf mengaku tak pernah ada hubunganya dengan kasus penipuan perumahan syariah fiktif ini. Bahkan bertemu dengan pihak Multazam saja tidak pernah, jadi tidak ada hubungan kerja sama bisnis.

Tetapi, kemudian Yusuf menyebutkan nama dia digunakan secara tak jelas. Dulu program rumah tersebut dikatakan untuk wakaf, sehingga mereka sempat bertemu. Hal ini menjadikan pembelaan dari Yusuf Mansur yang menunjukkan bahwa dirinya tidak bersalah dalam kasus tersebut.