Yamaha Keteteran di Akhir Balapan MotoGP Aragon, Koq Bisa?

13

Apabila melihat hasil kualifikasi, kita tentu dibuat heran dengan hasil balapan yang diraih para rider Yamaha. Maverick Vinales dan Fabio Quartararo menempati front row di belakang Marc Marquez. Setidaknya, podium di Aragon cukup realistis untuk dikejar. Kenyataannya tidak satupun diantara keduanya mampu finish di 3 besar. Ada apa?

MotoGP Aragon merupakan gelaran balapan ke-14 musim 2019. Begitu start dimulai, Quartararo langsung tampil menekan. Memacu tunggangannya berusaha memepet sang pemegang pole, Marquez.

Alih-alih menyusul Marquez perlahan Quartararo mulai dihinggapi masalah. Terutama pasca bertarung dengan Jack Miller dan Vinales. Klaim Yamaha yang mengatakan telah melakukan perubahan pada kuda pacu ridernya tidak terbukti.

Lap demi lap kecepatan Quartararo melambat. Vinales bahkan bisa menyusulnya. Kemudian tambah melorot disusul Miller dan Dovizioso. Tangga podium makin sulit diraih. Dengan begini, Yamaha tinggal berharap pada Vinales.

Seakan solider dengan nasib yang dialami oleh Quartararo, Vinales makin keteteran di akhir lomba. Ban belakang motor Vinales terlihat ngepot saat berusaha keluar dari tikungan. Walau cuma sepersekian detik hal itu cukup membuatnya kehilangan banyak waktu, posisinya diambil alih rider Ducati bernomor 4.

Sukses Dovi disusul pula oleh rider Ducati lainnya. Miller berhasil melakukan overtake pada Vinales. Hilang pula asa Yamaha setelah jagoan terakhirnya harus kehilangan podium yang sudah di depan mata.

Usai race yang akhirnya dimenangi dengan mudah oleh Marc Marquez itu, Vinales mengutarakan penyesalannya.

“Podium kedua sangat mungkin untuk aku dapatkan hari ini. Karena itu aku terus menerus menekan. Tapi apa daya, 2 lap terakhir ban belakangku seperti ada di batas maksimalnya. Apapun yang ku lakukan, bahkan nyaris jatuh beberapa kali, gagal. Aku sebenarnya sudah coba tidak beri ruang pada Dovi. Itu pun gagal karena di trek lurus aku tidak bisa apa-apa,” ungkap Vinales.

The Doctor pun mengalami masalah serupa. Bahkan lebih buruk lagi. Meskipun memakai ban belakang hard yang sama dengan rider Yamaha lainnya. Nasibnya tidak seberuntung Vinales atau Quartararo. Valentino Rossi merasa tersiksa sejak lomba dimulai. Badannya yang lebih besar disebut Rossi ikut merugikan dirinya.

“Hari yang buruk buat diriku. Setelah beberapa putaran, aku harus melaju pelan-pelan. Aku tidak mendapatkan grip, tampaknya ada masalah pada ban belakang. Akibatnya motorku lebih cepat menghabiskan ban. Kelihatannya bukan aku seorang yang bermasalah dengan ban hard. Bedanya aku sudah duluan kena dampaknya. Bukan berarti ban soft adalah pilihan tepat. Soalnya, saat dipakai pada sesi latihan kompon tersebut tidak cocok dengan settingan motor kami,” papar Rossi.

Sumber: MotoGP.com