Warga Negara Singapura Meninggal di Batam Akibat Corona

54

Batam, 27 Februari 2020 – Seorang warga negara Singapura bernama Alias bin Ali beruia 61 tahun telah meninggal dunia di Rumah Sakit Badan Pengusahaan, Batam, Kepulauan Riau. Sebelumnya Alias memang diduga terkena virus corona, kemudian dia meninggal setelah menjalani perawatan bersifat intensif di dua rumah sakit yang berbeda.

Berdasarkan informasi yang didapatkan bahwa sebelum Alias dirawat di rumah sakit  Badan Pengusahaan tersebut, penderita sempat dibawa  ke Rumah Sakit Awal Bros Batam disebabkan demam tinggi. Selanjutnya di duga terinfeksi virus corona karena ciri virus corona hampir sama dengan gejala demam tinggi.

Pihak rumah sakit melakukan uji laboratorium dengan mengambil sampel cairan mulut pasien agar hal tersebut dipastikan. Kepastian tentang seseorang terjangkit virus corona atau bukan sangatlah penting bagi pihak rumah sakit untuk menanggulangi bahaya yang bisa ditimbulkannya.

Didi Kusmarjadi selaku Kepala Dinas Kesehatan hari ini Kamis, 27 Februari 2020 mengatakan bahwa hasil lab pasien tersebut negatif covid-19. Didi juga menambahkan bahwa setelah dirawat di rumah sakit Awal Bros, kondisi pasien terus memburuk. Akhirnya pasien dirujuk ke rumah sakit Badan pengusahaan Batam agar bisa menjalani perawatan secara intensif. Tetapi akhirnya Alias meninggal dunia setelah menjalani perawatan ini.

Didi menyebutkan bahwa pihaknya dari awal memang sudah yakin Alias tidak terinfeksi virus corona.Namun untuk mengantisipasi dan memastikan makanya dilakukan uji lab dan diperoleh hasil negative.

Berbeda dengan pasien yang juga suspect corona meninggal di RSUP Kariadi di Semarang sudah diketahui apa penyebab pasien tersebut menghembuskan nafas terakhirnya. Penyebabnya pasien tersebut menderita infeksi paru-paru tingkat akut, hal ini sesuai yang disampaikan oleh Yulianto Prabowo selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Sebelumnya setelah pulang dari Dubai dan Spanyol, pasien tersebut mengalami batuk, demam tinggi hingga sesak napas. Jenazah pasien dibungkus menggunakan plastik berlapis oleh pihak rumah sakit, kemudian dimasukkan ke dalam peti. Ini dilakukan untuk mencegah virus tersebut tersebar lagi, bahkan disebutkan pihak keluarga tak diizinkan untuk membuka peti tersebut hingga jenzah dikebumikan.

Hasil uji laboratorium pasien bernama Alias memang negatif corona, namun hingga kini penyebab pasti Alias meninggal dunia belum diketahui. Pasalnya ciri demam tinggi memang hampir sama dengan gejala virus corona, kemudian dikaitkan dengan uji lab yang menyatakan negative virus corona. Mengenai hal ini, sangat penting memelihara dan menjauhkan diri dari faktor penyebab virus corona. Karena virus ini masih menjadi hal yang menakutkan untuk umat manusia.