Wajib Tahu! Ini Beberapa Kesalahan dalam Membaca Al-Qur’an

20
Kesalahan dalam membaca Al-Qur'an

Al- Qur’an ialah kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW lewat perantara Malaikat Jibril. Membacanya ialah ibadah, terlebih lagi dibaca dengan benar serta selaras dengan hukum tajwid baik itu tanda waqaf, makharijul huruf dll. Oleh karena itu, tiap muslim sebaiknya faham tentang kesalahan (Lahn) dalam membaca Al- Qur’an.

1. Lahn Jali (Kesalahan Besar)

Merupakan kesalahan yang yang ada pada lafazh (pengucapan) sehingga menimbulkan rusaknya teks, baik itu mengganti arti ataupun tidak merubahnya. Dinamakan Lahn Jali sebab bisa dikenal oleh seluruh orang bahkan orang awam sekalipun. Berikut merupakan contoh lengkapnya:

  • Kesalahan dalam membaca huruf

Harusnya اَلَّذِيْنَ dibaca اَلَّزِيْنَ

Harusnya اَلْمُسْتَقِيْمَ dibaca اَلْمُصْتَقِيْمَ

Harusnya اَلْمَغْضُوْبِ dibaca اَلْمَقْضُوْبِ

Harusnya اَلضَّالِّيْنَ dibaca اَلظَّالِّيْنَ

  • Kesalahan dalam membaca harakat

Harusnya رَبِّ dibaca رَبُّ

Harusnya أَنْعَمْتُ dibaca أَنْعَمْتِ

Harusnya لَمْيَلِدْ dibaca لَمْيَلِدُ

Harusnya قُلْتُ dibaca قُلْتِ

  • Menambah-nambah huruf

Harusnya مِنْكُمْ dibaca مِينْكُمْ

Harusnya مَنْكَانَ dibaca مَانْكَانَ

  • Meniadakan ciri tasydid

Harusnya بَدِّلْ dibaca بَدِلْ

Harusnya عَرَّفَ dibaca عَرَفَ

  • Menambahkan tasydid yang seharusnya tidak ada

Harusnya مَرَجَ dibaca مَرَّجَ

Harusnya فَرِحَ dibaca فَرِّحَ

  • Salah dalam membaca mad

Harusnya اَلْبَيَانَ dibaca اَلْبَيَنَ

Harusnya اَلْكِتَابُ dibaca اَلْكِتَبُ

Kesimpulan: Para ulama sudah bersepakat kalau Lahn Jali (kesalahan besar) hukumnya haram baik mengganti makna maupun tidak.

2. Lahn Khafi (Kesalahan Kecil)

Merupakan kesalahan yang ada sebab kurang sempurnya pelafalan Al- Quran seorang, dan sekedar diketahui oleh orang yang faham ilmu tajwid. Semacam tidak sempurna dalam melafalkan huruf (ra’), baik getarannya sangat banyak maupun kurang. Berikut merupakan contoh lengkapnya:

  • Menaikkan qalqalah pada kata yang sepatutnya tidak berqalqalah

فَضْلَهُ → Harusnya diucapkan fadhlahuu tetapi dibaca fadhe‘ lahuu

  • Tidak sempurna dalam pengucapan fathah

اَلْبَاطِلُ → Harusnya diucapkan al- baathilu tetapi dibaca al- boothilu

  • Kurang sempurna kala mengucapkan dhommah

وَنُوْدُوْا → Harusnya diucapkan wa nuuduu tetapi dibaca wa noodoo

  • Tidak sempurna dalam pengucapan kasroh

سَبِيْلِهِ → Harusnya diucapkan sabiilih namun dibaca sabiileh

  • Sangat memanjangkan bacaan

اَلرَّحْمَانُ → Sangat Panjang dalam membaca mim, harusnya dibaca 2 harakat saja. Tetapi sangat Panjang sampai 3, 4 serta selainnya.

  • Sangat menggetarkan ro’

الَذُّكُوْرُ → Harusnya dilafalkan adz- dzukuur tetapi dibaca adz- dzukuurrrr.

  • Menghilangkan bacaan ghunnah

أَنَّ → Harusnya tasydid diucapkan beserta dengung serta ditahan 2 harakat tetapi dibaca dengan tidak dengung.

Demikian. Semoga bermanfaat.