Vonis 2 Tahun Penjara Untuk Ratna Sarumpaet Begini Dramanya

3

Jumat (12/07) tampaknya merupakan hari yang baik dan menggembirakan untuk Atiqah Hasiholan. Pasalnya, hakim memutuskan untuk meringankan hukuman yang ditimpakan kepada ibunya, Ratna Sarumpaet. Sebelumnya, jaksa menuntut agar Ratna Sarumpaet dihukum kurungan penjara selama 6 tahun.

Namun pada akhirnya, hakim tidak menjatuhkan vonis selama itu, namun menetapkan vonis selama 2 tahun penjara untuk Ratna. Ratna memang sempat menghebohkan dunia maya dengan mengucapkan berita bohong yang tidak terbukti kebenarannya. Atiqah sendiri mengungkapkan harapannya agar ibunya bisa dibebaskan dari hukuman.

Vonis tersebut dijatuhkan oleh hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari Kamis kemarin kepada Ratna Sarumpaet karena kebohongan yang dibuatnya. Namun tampaknya Ratna Sarumpaet tidak bisa menerima bahwa dirinya divonis selama 2 tahun oleh putusan hakim. Ratna bersikeras bahwa dirinya memang tidak melakukan pelanggaran pasal yang sudah disebutkan oleh hakim saat menyatakan putusannya.

Pasal yang disebutkan oleh hakim adalah Ratna Sarumpaet melanggar Pasal 14 ayat 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946. Sama seperti putrinya, Ratna Sarumpaet juga berharap bahwa dirinya dibebaskan karena tidak adanya bukti. Beliau mengatakan bahwa tidak ada keonaran seperti yang sudah diduga sebelumnya.

Penasehat hukum Ratna Sarumpaet, Desmihardi, mengatakan bahwa masih ada 7 hari yang tersisa untuk bisa memutuskan apakah mereka akan menerima putusan yang sudah ditetapkan oleh hakim atau justru mengajukan banding agar Ratna Sarumpaet bisa bebas seutuhnya. Kasus Ratna Sarumpaet ini memang sudah banyak dibicarakan sepanjang tahun 2019.

Usai dijatuhi vonis dari hakim, Ratna Sarumpaet langsung berdiri dari kursi terdakwa. Setelah itu, ia menuju ke sisi kanan ruang pengadilan dan memeluk anak-anaknya di Pengadilan Negeri Jakarta. Selain Atiqah Hasiholan, ada 3 anaknya yang senantiasa mendukung dan mendampingi Ratna Sarumpaet yakni Fatom Sauli, Iqbal Alhdi dan Ibrahim Alhadi.

Ratna mengucapkan sampai jumpa lagi kepada keempat anaknya usai persidangan. Suasana ini mengandung haru karena melihat rasa cinta dan kasih sayang yang ditunjukkan anak kepada ibunya. Ratna dihukum karena dianggap sudah mengedarkan kebohongan dan juga keonaran di kalangan masyarakat sekitar.