Viral Kasus Ikan Asin, Seorang Youtuber Mestinya Santun Dalam Berkonten!

17

Perkembangan arus teknologi yang semakin pesat, juga keterikatan kuat antara orang hari dengan media sosial, tampak seperti sudah mengurat nadi. Setiap kita bahkan punya lebih dari satu akun media sosial dengan berbagai jenisnya.

Salah satu akun sosial media yang cukup banyak mendapat respon adalah youtube. Dan banyak orang hari ini yang mendadak terjun ke dunia youtube berubah menjadi seorang conten creator dari youtube yang sering disebut youtuber.

Siapa saja, bisa mengakses apapun yang ditawarkan youtube. Anak kecil, orang tua, menggunakan laptop, terlebih smartphone, memudahkan seseorang untuk mengakses youtube. Dunia youtube, bahkan sudah semakin eksis, meninggalkan dunia pertelevisian. Bahkan pemilik pertelevisian, juga membuat sebuah akun/ channel youtube agar tak hilang dari peredaran masyarakat.

Jumlah youtuber sangat banyak. Dan setiap mereka memiliki konten kreatifnya masing-masing. Namun, miris kita dapati, banyak konten youtube yang memiliki ribuan bahkan jutaan viewer yang justru menyajikan konten-konten yang buruk, tak sebaiknya dijadikan tontonan. Menjadikan objek youtubenya sebagai bahan candaan yang bahkan lebih terkesan menghinakan.

Perlu untuk direnungi oleh para youtuber, dalam berkonten, mestilah mengedepankan aspek kesantunan, kesopanan, etika, dan harus mendidik, bukan hanya sekedar menghibur, atau hiburan yang dilakukan dengan menghinakan orang lain, sungguh hal itu sangat tidak baik sekali.

Seorang youtuber semestinya harus selektif dalam memilih ide konten mereka, bukan asal jadi tontonan, haru diupload dan dinikmati oleh orang banyak. Tanpa disadari, saat kita mengupload konten hiburan yang berisi menghinakan orang lain, atau menjadikan orang lain bahan lelucon kita, sebenarnya kita sudah membuat lubang jurang untuk diri kita sendiri.

Lihat lah akibat dari konten ‘mulut sampah’ dalam channel youtube milik Rey Utami dan Pablo Benua, yang menjadi pukulan tajam bagi keduanya. Konten itu harus dibayar dengan jeruji besi. Tak hanya Galih Ginanjar yang telah dengan sengaja menghina Fairuz Arafiq dengan sebutan ‘Ikan Asin’, sang youtubernya juga terkena imbas.

Ini harus menjadi pelajaran bagi semua orang, tidak hanya bagi para youtuber, tapi kita semua. Dalam berinteraksi sosial, dalam bergaul, menjaga etika dan kesopanan dalam berbicara adalah mutlak. Tidak ada tawar menawar. Ucapkanlah perkataan yang baik-baik karena yang demikian itu, akan mengembalikan kebaikan itu pada diri kita sendiri.

Begitu pun sebaliknya, jika ucapan yang keluar dari mulut kita adalah ucapan yang menghinakan orang lain, sejatinya kita tengah menghinakan diri kita sendiri. So, untuk para youtuber, teruslah berkarya, namun berkaryalah yang santun. Karena kesantunan itu akan kembali pada dirimu sendiri!