UNY Gelar Konser Musik Dengan Tiket Kartu KHS

82

Barangkali ini yang pertama kali terjadi. Kartu Hasil Studi ternyata bisa berfungsi juga sebagai tiket untuk nonton konser. Dan hal itulah yang nantinya akan terjadi dalam Konser Musik Maliq D’ Esential yang digelar di kampus UNY pada Rabu, 1 Mei 2019.

Gagasan digelarnya konser musik ini berawal dari usulan seorang mahasiswi yang berkirim pesan pada akun pribadi Rektor UNY Sutrisna Wibawa.

Mahasiswa itu menanyakan, apakah Rektor UNY tidak punya rencana untuk menggelar Konser Musik di kampus dengan mendatangkan artis semacam Maliq D Esential ? Dan Rektor UNY menjawab bahwa hal tersebut bisa dilaksanakan sepanjang ada sponsornya.

Impian mahasiswa UNY itupun akhirnya terwujud setelah Selasa (2/4/2019 ) ini jajaran pimpinan UNY bertemu dengan petinggi BPD. Dari pertemuan ini disepakati bahwa BPD DIY akan menjadi sponsor utama dari Konser Maliq D Esential yang digelar secara gratis khusus untuk mahasiswa UNY.

Dan seperti gagasan Rektor UNY, konser ini menjadi unik karena posisi tempat duduk mahasiswa benar-benar ditentukan oleh nilai rata-rata Indeks Prestasi Komulatif (IPK) yang tercantum dalam Kartu Hasil Studi. Semakin besar nilainya, maka mahasiswa mendapat posisi semakin dekat dengan panggung konser.

Kepastian akan digelarnya konser ini disampaikan oleh Rektor UNY Prof.Dr.Sutrisna Wibawa lewat akun FB pribadinya. Di akun tersebut Sutrisna menuliskan : …

Akhirnya karena respon dari para netizen yang luar biasa. Alhamdulillah konser musik dalam rangka Dies natalis UNY jadi digelar! Disponsori oleh BPD DIY! Insya Allah konser akan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 1 Mei 2019 pukul 19.00- selesai di GOR UNY dengan bintang tamu MALIQ & D’Essentials!

Diramaikan juga oleh Band Sicma UNY! Konser ini diadakan khusus, hanya untuk Mahasiswa UNY. Mohon siapkan KTM dan transkip nilai kalian! Persiapan juga, nanti harus login di Siakad untuk mendapatkan tiket konser. Kelas tiket berdasarkan IPK!

Terpisah, ketika dikonformasi wartawan, Rektor UNY mengatakan bahwa pihanya memang menggunakan medsos sebagai sarana berkomunikasi dengan mahasiswa. Karena itu, di akun pribadinya pihaknya bukan saja sering menerima keluhan tentang persoalan akademik tetapi sampai persoalan pribadi.

“Keluhannya macam-macam . Mulai dari soal penundaan uang UKT sampai soal hantu yang ada di kamar kost. ” ujar Sutrisna . Sutrisna menegaskan bahwa gaya komunikasi yang dilakukan sekarang ini karena medsos merupakan media komunikasi terdekat dengan mahasiswa.