Tujuan dan Tradisi Otonan Bali Menurut Tanggal Lahir Agama Hindu

37

Otonan Bali – Otonan sebenarnya merupakan bahasa yang berasal dari Jawa Kuno. Bahkan sudah menjadi sebuah kosakata bagi masyarakat Bali. Yakni berasal dari kata “Wetu” atau sering disebut juga dengan “Metu” dengan arti “Keluar”.

Kemudian kata tersebut berubah dari kata “Wetu” menjmadi “Weton” selanjutnya menjadi kata yang dikenal dengan “Oton” atau dengan sebutan “Otonan”.

Kata tersebut sampai saat ini masih digunakan bagi umat Hindu secara khusus yang ada di Indonesia. Yakni dengan makna kata sebagai hari kelahiran seseorang. Perhitungan hari kelahiran tersebut juga menggunakan kalender “Wuku”. Yakni dengan jumlah 30 Wuku atau sekitar 210 hari. Terutama terhitung dalam satu tahun Bali.

Makna kata Otonan bagi tradisi Hindu secara khusus Bali

Otonan diartikan sebagai tindakan untuk melakukan syukuran atau memanjatkan puja pada Sanghyang Widhi. Hal tersebut didasari karena atas berkah atau perkenan-Nya dapat menjelma menjadi manusia. Serta mendapatkan keselamatan bahkan kesejahteraan dalam kehidupan.

Hari Otonan juga tidak bisa ditentukan dengan asal saja menurut ajaran Hindu. Tetapi hal tersebut harus ditentukan sesuai dengan agama Hindu agar tidak mendapatkan hal yang tidak diinginkan bagi seorang anak.

Untuk menentukan hari Otonan menurut ajaran Hindu yakni sesuai dengan kalender Saka Bali. Yakni ditentukan pada hari maupun tanggal yang dimulai saat matahari terbit. Sekitar pukul 6 pagi.

Bagi seorang bayi maka hari Otonan akan ditentukan setelah bayi tersebut menempuh umur sekitar 105 hari. Hal tersebut dinilai semua organ bayi sudah bisa aktif dengan baik. Maka ketika sudah memasuki usai tersebut akan diadakan upacara tiga bulanan.

Bila memang belum melakukan acara Otonan maka bayi tersebut masih dianggap “Cuntaka” atau dengan kata lainnya belum suci.

 Tujuan dilakukannya acara Otonan yakni sebagai berikut:

  • Otonan sama saja sebuah kegiatan yang bertujuan untuk memperingati hari kelahiran seseorang. Hal tersebut juga bertujuan untuk memberitahukan kapan dan berapa usia yang sudah ditempuh dirinya.
  • Otonan juga bertujuan untuk menyucikan diri seseorang. Penyucian tersebut biasanya dengan melakukan upacara “Byakala” dengan kata lainnya “Prayascitta”.
  • Maksud lainnya juga dengan tujuan mendekatkan diri pada pencipta. Dengan kedekatan tersebut nantinya diharapkan tidak terjadi hal yang kurang baik pada seseorang.
  • Kemudian juga bertujuan untuk mensyukuri “Santosa” Wara Nugraha. Yakni atas kesempatan yang sudah diberikan untuk menjelma menjadi umat manusia pada seseorang.

Beberapa hal di atas merupakan Otonan menurut tanggal lahir sesuai dengan ajaran agama Hindu. Secara keseluruhan Otonan bukanlah acara yang biasa saja atau tanpa makna. Namun ada banyak makna yang ada di dalamnya seperti penjelasan yang sudah diberikan. Sampai saat ini Otonan masih dijalankan umat Hindu secara khusus yang ada di pulau Bali.