Tragedi “Surabaya Membara” Memakan Korban! Begini Kronologinya

32

Hari Pahlawan tahun ini diisi dengan berita duka yang berasal dari Surabaya. Tragedi Surabaya Membara membuat hari yang seharusnya mengenang jasa para pahlawan justru juga diisi dengan duka yang mendalam.

Tragedi Surabaya Membara yang terjadi pada Jumat tadi malam, tepatnya tanggal 9 November 2018, menyebabkan 20 orang mengalami luka ringan dan berat serta 3 orang yang meninggal.

Tragedi Surabaya Membara diawali dengan tumpah ruahnya para penonton yang hadir untuk melihat pertunjukkan drama kolosal yang diadakan di Jalan Pahlawan Surabaya. Penonton tidak hanya memenuhi jalanan, namun ada juga yang nekat menonton dari viaduk.

Viaduk adalah jembatan kereta api yang berada di atas jalan raya. Penonton yang berada di viaduk jumlahnya pun tidak sedikit. Ketika drama mulai berjalan sekitar 15 menit, sebuah kereta api ternyata akan melintas.

Kereta api pun membunyikan tanda bahwa ia akan melintas. Kereta yang berjenis kereta barang itu memang memiliki rute dari Stasiun Gubeng menuju Stasiun Pasar Turi.

Beberapa penonton yang berada di bawah langsung memperingatkan penonton yang berada di viaduk. Kereta api pun tak hanya membunyikan klakson, tapi juga mengurangi kecepatan. Kecepatan kereta api yang tadinya kencang pun jadi diperlambat untuk menghindari yang tidak diinginkan.

Beberapa penonton yang ada di viaduk pun saling berpegangan tangan. Namun tekanan angin yang dihasilkan oleh kereta api tetap saja terlalu besar karena posisi mereka yang terlalu dekat dengan badan kereta api.

Alhasil beberapa diantaranya jatuh ke bawah. Pada awalnya hanya satu persatu yang terjatuh, namun pada menit-menit terakhir, beberapa orang jatuh bersamaan akibat saling berhimpitan.

Peristiwa ini juga diabadikan oleh beberapa penonton yang ada di bawah yang berteriak-teriak memperingatkan mereka. Setiap kali ada yang terjatuh, teriakan penonton pun ikut terdengar. Korban yang berjatuhan akhirnya dilarikan ke beberapa rumah sakit seperti RSUD Soewandhie, RS PHC Tanjung Perak Surabaya dan RSUD dr. Soetomo.

Peristiwa memilukan yang terjadi pada pukul 8 malam ini membuat kepanikan. Namun meskipun beberapa penontonnya mengalami kecelakaan, drama kolosal yang mengundang banyak perhatian warga Surabaya ini tetap berlangsung hingga selesai.

Mengenai kejadian yang tidak terduga ini, Ketua Komunitas ‘Surabaya Membara’, M Taufik Hidayat, mengatakan bahwa semua kejadian tersebut merupakan hal yang berada di luar kendali panitia. Panitia telah memberikan peringatan berkali-kali pada penonton yang duduk di atas viaduk, tapi mereka justru hanya tersenyum dan mengacungkan jempol.

Meskipun pertunjukan tetap berlangsung, panitia sempat menghentikan pertunjukkan untuk sementara ketika paramedis datang dan melakukan evakuasi pada korban. Bahkan pertunjukan drama kolosal ini tidak berlangsung dengan maksimal, pertunjukkan yang seharusnya berlangganan selama 60 menit justru dipotong menjadi 40 menit saja.

Taufik mengatakan bahwa setiap tahunnya antusias warga Surabaya memang sangat besar, namun selama ini tidak pernah ada insiden yang terjadi seperti tahun ini. Bahkan kereta api juga tidak pernah melintas ketika acara berlangsung.

Ia pun berharap jika para penonton ke depannya dapat lebih bijaksana dan tetap mementingkan keselamatan diri ketika menyaksikan pertunjukan mereka.