THR untuk Para Bos BUMN Kini Dihapus oleh Erick Thohir

74

Jakarta, 21 April 2020 Erick Thohir yang saat ini menjabat sebagai Menteri BUMN atau Badan Usaha Milik Negara mengambil keputusan untuk menghapus THR untuk para bos BUMN. Hal ini dikarenakan perusahaan BUMN  selama pandemi corona mengalami  krisis ataupun sedang tertekan secara keuangan dan perlu melakukan penghematan.

Bahkan keputusan ini sudah tercantum dalam Surat Nomor S-225/MBU/04/2020 yang isinya tentang THR untuk Dewan Komisaris dan Direksi BUMN tahun 2020 ini. Erick dalam surat yang dikeluarkan  pada tanggal 17 April kemarin ini menyebutkan bahwa penghapusan  THR ini dilakukan akibat pandemi corona yang semakin hari semakin meluas. Virus kini yang sudah menekan keuangan perusahaan BUMN.

Erick mengatakan perlu melakukan langkah agar dampak virus corona bagi keuangan BUMN dapat diminimalisir. Hal yang sama juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sosial dan kepekaan para pejabat BUMN menghadapi berbagai kondisi nasional ini.

Erick Thohir sebenarnya tidak hanya fokus melakukan penghapusan THR saja. Tetapi dengan dikeluarkan surat ini sebagai langkah untuk melakukan pengalokasian anggaran THR para dewan komisaris dan direksi untuk kegiatan kemanusiaan dan penanganan virus corona ini. Harapannya para BOS BUMN bisa mengerti situasi saat ini sehingga anggaran THR mereka ini bisa digunakan untuk menanggulangi kondisi masyarakat yang sedang melawan virus corona.

Erick Thohir juga meminta agar para direksi juga menerapkan kebijakan penghapusan THR ini pada bidang afisialisasi dan anak perusahaan yang berkaitan dengan BUMN. Seperti yang diketahui kasus virus corona yang semakin meningkat di Indonesia terutama di DKI Jakarta ini memberikan dampak di berbagai bidang kehidupan.

Salah satunya berdampak pada perusahaan BUMN  yang merupakan aspek penting untuk negara.  Wabah corona menimbulkan krisis keuangan di perusahaan sehingga Erick Thohir selaku Menteri BUMN berusaha mengatasi hal ini. Yaitu dengan mengeluarkan kebijakan penghapusan THR untuk para bos perusahaan BUMN.

Ini karena tidak cukup dana jika harus memberi THR lagi. Keuangan di perusahaan BUMN ditekan semenjak kehadiran virus ini di DKI Jakarta. Virus yang pertama kali muncul di Wuhan ini dengan cepat menyebar ke berbagai negara sehingga pemerintah menerapkan lockdown untuk melindungi para warganya.

Meskipun begitu, akibat adanya warga yang pulang ke Indonesia dari negara lain ataupun karena ada orang luar masuk ke Indonesia sehingga membawa virus ini masuk ke Indonesia. Padahal sebelumnya tidak separah ini kasus yang terjadi di Indonesia. Namun, tidak ada yang bisa disalahkan, yang bisa dilakukan saat ini ialah kontribusi dan kerja sama semua pihak untuk pemutusan rantai penularan virus corona ini.