Teror Setelah Hasil Quick Count

21

Hai, hasil Quick Count pemilu Indonesia 2019 ini telah berakhir dan memenangkan kubu nomor satu. Yuk cek hasil Quick Count yang dilaksanakan oleh beberapa lembaga yang kredibel seperti dilansir melalui CNN Indonesia tanggal 17 April 22019.

1. Versi Lingkaran Survei Indonesia ( LSI )

Menurut lembaga LSI, kubu Jokowi-Amin mendapatkan angka 54,81%. Sedangkan kubu Prabowo-Sandi mendapatkan angka 45,19% dengan suara yang masuk telah mencapai 82,50%.

2. Versi Indo Barometer

Jokowi-Amin mendapatkan angka 52,62% menurut lembaga Indo Barometer, sedangkan Prabowo-Sandi mendapatkan angka 47,38% dengan suara yang telah masuk mencapai 60,58%.

3. Versi Kedai Kopi

Versi Kedai Kopi memberikan angka kepada Jokowi-Amin sebesar 51,95% dan untuk Prabowo-Sandi mencapai 45,76% dengan suara yang telah masuk mencapai angka 55,55%.

4. Versi Litbang Kompas

Suara yang telah masuk adalah 60,50%. Jokowi-Amin mendapatkan angka 54,84% dan Prabowo-Sandi mendapatkan 45,16%.

Hasil Quick Count ini dilansir melalui CNN Indonesia yang dirilis pada tanggal 17 April 2019.

Namun beberapa lembaga yang melakukan Quick Count ini belum bisa beristirahat dengan tenang karena beberapa lembaga tersebut ternyata diteror oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Seperti yang dilansir melalui news.detik.com, Yunarto Wijaya selaku direktur eksekutif Charta Politika Indonesia mengaku sudah ratusan nomor yang diblocknya akibat meneror dirinya setelah pengumuman hasil qucik count Pilpres 2019 berakhir.


” Sudah seratus lebih nomor saya block dalam 2 hari “. ujar Yunarto lewat pesen dingkat yang seperti dilansir melalui news.detik.com.

Yunarto juga mengatakan akan mempertimbangkan beberapa hal sebelum melaporkan kasus teror tersebut ke pihak berwajib dengan alasan ancaman yang diterimanya hanyalah mainan dari para provokator.

” Kita lihat kondisi dulu saja, saya percaya semua pihak ingin seituasi damai kok, ini cuma mainan provokator saja, “. Ungkapnya.

” Sampai hari ini ancaman baik lewat telp dan WA ke sayaa gak berhenti, dan saya dah catat semua nomornya & screenshot isinya… Kalo niat anda bikin saya takut, yang ada saya makin kebal, tinggal tunggu akibat hukum saja ya… “. Kicau Yunarto dalam akun Twitter pribadinya @yunartowijaya.

Berbeda dengan lembaga LSI Denny JA, Rully Akbar selaku peneliti lembaga tersebut mengaktu tidak menerima ancaman dari pihak luar akibat quick count pemilu 2019. Seperti yang dilansir melalui CNN Indonesia, Pihak LSI siap mempertanggungjawabkan hasil survey tersebut.

” Sampai sekarang ini sih belum ada, dan mudah-mudahan tidak ada, karena dari situlah terlihat kematangan demokrasi kita, “. Ujar Rully seperti dilansir melalui CNN Indonesia. Jumat (19/4).

Seperti dilansir melalui CNN Indonesia, Koalisi Aktivitas Anti Korupsi dan Hoaks ( KAMAHK ) melaporkan lembaga Indo Barometer, Centre for Strategic and International Studies ( CSIS ), Poltracking, Saiful Mujani Research adn Consulting ( SMRC ), serta Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi ( Peludem ) atas dugaan melalukan kebohongan publik.

Semoga bermanfaat dan terima kasih telah membaca.