Ternyata 3 Fase Sindrom Friendzone Ini Perlu Kamu Waspadai

15

Setiap orang pastinya memiliki teman dekat termasuk juga dengan kita. Teman dekat memang senantiasa ada bersama kita meskipun bisa saja terpisahkan jarak dan waktu.

Meskipun demikian, ia menjadi tempat kita berbagi cerita baik suka dan duka. Namun tahukah kamu jika teman dekat kita lawan jenis, bisa saja lho menimbulkan friendzone.

Apa sih friendzone itu? Sebenarnya friendzone adalah situasi dimana salah satu anggota pertemanan baik si cewek atau si cowok ingin memasuki ke hubungan yang lebih serius (lebih dari sekedar teman).

Biasanya friendzone ini muncul ketika kamu dan teman dekatmu yang lawan jenis sering jalan bareng, nonton, makan bareng, seringnya curhat, dan bahkan menghabiskan waktu bersama sesering mungkin.

Bak pisau bermata dua, friendzone memang ada sisi positif dan negatifnya. Sisi positifnya adalah bagi kamu yang masih sendiri alias jomblo, akan merasa senang karena merasa seperti punya pacar.

Nah, bagi yang sudah punya pacar kamu harus hati – hati ya karena friendzone bisa menjadi “bencana mematikan” untuk hubungan kamu dan si pacar. Buat kamu yang sudah punya pacar pastinya harus mewaspadai adanya hal tersebut. Ternyata ada 3 fase sindrom friendzone ini perlu kamu waspadai, apa saja ya?.

  1. Menyenangkan

Rasanya memang sangat menyenangkan memiliki teman lawan jenis yang selalu ada buat kita. Seperti yang sebelumnya sudah dijelaskan, hal ini sangat berbahaya buat kamu yang sudah memiliki pacar apalagi kamu sedang LDR’an dengan si doi.

Seneng banget kan pastinya disaat kamu jauh dari pasangan, namun ada seseorang di dekat kamu yang memberikan perhatian lebih dan juga selalu menemani hari – hari kamu. Meskipun hati kamu hanya untuk si pacar, tetapi bisa saja kan jika kamu terus menerus ada di fase pertama ini akan menimbulkan rasa nyaman dengan teman dekat kamu.

2. Membingungkan

Kamu udah sering banget jalan bersamanya dan pasti akan menimbulkan rasa senang bahkan kamu anggap dia seakan – akan adalah pacar kamu.

Tapi sayangnya kamu dan dia belum memiliki hubungan yang pasti. Kamu ingin sekali mengungkapkan perasaan kepadanya tapi takut sikapnya jadi berubah, pastinya hal ini akan membuat kamu kebingungan.

Apalagi untuk yang sudah memiliki pacar nih, kamu sudah tahu kalau yang kamu lakukan adalah salah besar tapi kamu tetap berada di friendzone tersebut.

Kamu sulit untuk menyelesaikannya dengan alasan enggak mau kehilangan teman dekat dan perhatiannya pada kamu. Tapi jika kamu terus – menerus melakukannya apakah kamu tidak kasihan dengan pacar yang sudah mengisi hati kamu?, membingungkan juga kan?.

3. Memutuskan

Kamu pasti enggak akan tahan untuk menjalankan hubungan seperti ini secara terus menerus, hanya ada satu cara yaitu memutuskan. Keputusan yang kamu pilih sama – sama memiliki resiko yang tinggi, untuk itu kamu harus menyiapkan mental jika ingin memutuskannya.

Jalan yang pertama adalah membiarkan hubungan ini berlanjut dan membuat kamu seperti merasa di PHP’in sama dia. Dia bisa meninggalkan kamu kapan saja, karena status hubungan kalian belum jelas.

Dan jalan yang kedua adalah memperjelas hubungan kalian. Memperjelas hubungan bisa saja kamu mengungkapkan perasaan padanya, dan juga kamu harus siap jika si dia sikapnya jadi berbeda dengan kamu.

Diatas adalah 3 fase sindrom friendzone yang perlu kamu waspadai. Ingatlah friendzone belum tentu baik untuk kamu. Cara yang paling tepat adalah memutuskannya agar hubungan kamu dengannya lebih jelas.