Takut Rugi? Coba Saja Jadi Dropshipper

13

Mau buka bisnis tapi takut gagal, butuh modal besar, tidak punya tempat atau ruang yang cukup untuk membuka usaha, itulah beberapa pertanyaan yang kerap muncul ketika seseorang berkeinginan membuka sebuah bisnis atau usaha. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akhirnya malah meredupkan semangat untuk membuka usaha.

Bagi seorang pemula, pertanyaan tersebut memang sangat wajar. Padahal kita semua tahu bahwa semua tindakan yang kita ambil pasti mengandung risiko, apalagi kalau bicara masalah bisnis yang notabene memerlukan modal baik material maupun non material. Terus, kalau kita takut rugi, kapan kita akan punya bisnis sendiri?.

Ketika ketakutan itu makin membesar maka yang terjadi adalah kita tak akan memulai bisnis kita dan kian jauh ketinggalan dengan orang lain yang lebih ‘berani’. Maka untuk menjawab ketakutan diatas adalah segera membangun keberanian, membulatkan tekad dan komitmen untuk maju dan berkembang.

Bisnis atau usaha apa sih sebenarnya yang bisa segera kita mulai tanpa kuatir dengan kerugian yang mungkin muncul?. Istilah dropshipper kerap muncul belakangan ini di era perdagangan online. Dropshipper adalah kita tak perlu menumpuk barang dirumah, jadi tidak perlu modal besar dan ruang penyimpanan barang.

Maksimalkan saja media sosial yang kita punya, seperti intagram misalnya untuk meng-upload foto-foto produk jualan kita yang diberikan oleh supplier. Namun untuk mengurangi risiko pembeli kita kecewa dengan produk yang kita jual, sebaiknya kita tetap menyimpan beberapa stok produk sebagai contoh sehingga kita tahu bagaimana kualitas produk yang kita jual.

Dropshipper memang cocok untuk pemula, namun kita perlu memperketat perjanjian dengan supplier agar toko online kita tetap dipercaya oleh konsumen. Misalnya, kita perlu membuat perjanjian dengan supplier untuk fast respon sehingga kita pun bisa fast respon dengan pembeli kita.

Bagaimana?. Untuk anda yang pemula, tertarik mencoba untuk menjadi dropshipper?.