Tahu Penyidik KPK Akan Di Serang, Eks Kapolri Di Periksa!

40

Ada beribu ribu masalah di Negara berkembang seperti Indonesia ini yang tergolong sangat rumit untuk di selesaikan. Salah satu masalah yang belum bisa di selesaikan sampai hari ini (16/01) adalah kasus penyiraman Air keras kepada salah satu penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Novel Baswedan. Masalah ini adalah masalah yang besar di Indonesia karena berkaitan dari beberapa hal, seperti HAM (Hak Asasi Manusia) juga ada berkaitan dengan perlindungan hukum untuk orang orang para penegak hukum di Indonesia.

Jika kasus ini tidak kunjung tuntas, maka perlu di pertanyakan sekali lagi apakah Hukum dan pemerintah di Indonesia tidak sanggup untuk menyelesaikan masalah ini di rana hukum. Sedangkan setiap penegak hukum di Indonesia seharusnya mendapatkan perlindungan hukum yang terjamin.

Terkait kasus ini, Propam Polri sendiri memeriksa salah satu Komisaris Jeneral Mochamad Iriawan yang berkaitan dengan laporan dari masyarakat sipil yang dimana beliau ternyata pernah pernah mengetahui bahwa Penyidik KPK, Novel Baswedan akan mendapatkan serangan air keras bahkan sebelum hal tersebut terjadi.

Terkait kasus ini, Propam Polri sendiri memeriksa salah satu Komisaris Kadiv Humas (Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Jendral Iqbal sendiri mengatakan bahwa Iriawan sendiri membanta bahwa dirinya sempat memberi peringatan kepada penyidik KPK mengenai penyerangan ini, tentunya itu sesuai dengan apa yang di laporklan oleh KMS (Koalisi Masyarakat Sipil). Walaupun di katakan oleh Iqbal di Mabes Polri jika Mantan Kapolri ini sendiri menyatakan bahwa dirinya tidak pernah mengatakan hal tersebut kepada Novel Baswedan.

Jendral Iqbal sendiri juga menjelaskan kepada media bahwa pemeriksaan yang di lakukan ke Iriawan sendiri memang di lakukan secara resmi dan sesuai mekanisme kepolisian. Dan bila di temukan bahwa ia adanya keterlibatan dengan anggota dalam sendiri kedua belah pihak akan di tindak pidana. Sebab ini merupakan salah satu hal yang melanggar hukum di Indonesia sendiri.

Iqbal sendiri juga mau mendengarkan dari Novel Baswedan untuk menyampaikan dugaannya terhadap adanya pejabat tinggi dari Polisi Republik Inodnesia di dalam setiap serangan yang dirinya alami saat ini ke pada penyidik dari Polda Metro Jaya. Bahkan Iqbal menyatakan bahwa penyidik dari Polda Metro Jaya akan mendalami dan mengejar orang orang tersebut dan tentunya di dalami untuk mendapatkan pembuktian.

Jika memang ada penyidik yang merupakan petinggi dari polri sendiri, sangat di perbolehkan Novel Baswedan datang ke polda metro jaya untuk menyebutkan siapa dan indikasi apa saja yang kemungkinan di lakukan kepada penyidik. Menurut Koalisi Masyarakat Sipil sendiri Kapolda Metro Jaya sudah memperingatkan Novel Baswedan bahwa dirinya akan mendapatkan serangan dan memberikan tawatan untuk pengamanan dan pengawalan di mana pun ia pergi. Itu yang tertuang di dalam laporan yang di rilis kemarin (15/01).

Sehabisnya mendapatkan peringatan ini sendiri, Novel Baswedan menyarankan untuk tawaran pengamanan itu telah di sampaikan kepada para pemimpinan KPK untuk menghilangkan hubungan dari dalam. Namun, akhrnya mereka tidak tahu yang di sebutkan itu pencegahan jenis dan model yang apa yang akhirnya di ambil oleh anggota kepolisian tersebut sehingga insiden penyiraman air keras ini terjadi.

Laporan dari Koalisi tersebut merasa bahwa Kepolisisan sama sekali tidak mengambil tindakan apa apa untuk melindungi. Padahal dari kepolisian sendiri sudah mengetahuinya sejak awal. Laporan ini sendiri di bentuk oleh LSM, YLBHI dan LBH yang ada di Jakarta. Tidak hanya itu, tapi ada beberapa koalisi lainnya juga.