Surat Utang dari Bank Indonesia Bukan untuk Bailout

10

Jakarta, 2 April 2020 – Bank Indonesia (BI) mulai angkat bicara mengenai Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan dana talangan (bailout) yang diberikan kepada bank sistemik. Bantuan seperti ini sudah pernah dilakukan bertahun-tahun lalu ketika Indonesia mengalami krisis ekonomi pada tahun 1998.

Perry Warjiyo selaku gubernur BI memberikan penjelasan sesuai dengan pasal 16 Perppu No 1 Tahun 2020 mengenai Kebijakan Keuangan negara dan Stabilitas Sistem Keuangan. Karena melihat kondisi Indonesia saat ini sedang menangani masalah wabah yang menyerang seluruh dunia, yaitu COVID-19.

Maka bank sentral diperbolehkan untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di pasar primer. Tujuan dari BI adalah untuk tetap menjaga stabilitas moneter di Indonesia. Harapannya adalah tidak sampai terjadi krisis moneter, sehingga perekonomian tetap bisa berjalan dengan baik.

Tapi, gubernur BI menekankan bahwa pembelian kedua surat tersebut merupakan langkah terakhir ketika kondisi pasar yang sudah tidak bisa menyerap dan surat utang yang sudah tercatat semakin tinggi sehingga mengganggu keuangan negara menjadi terbebani.

Jika melihat kemampuan pasar saat ini, keadaan serapan surat utang yang domestik maupun global masih baik-baik saja. Karena, pemerintah berhasil meraup dana dari lelang SBN sehingga melebihi target indikatif yang sebelumnya sudah dipatok. Bahkan target lelang SBN domestik memiliki potensi untuk ditambah karena mendapat penawaran yang lebih tinggi. Sedangkan untuk yang global, masih belum memiliki status yang jelas.

Informasi yang harus diketahui, sebenarnya UU No. 6 Tahun 2009 yang menjelaskan mengenai BI bahwa dilarangnya membeli surat utang pada pasar primer. Karena, dampak yang disebabkan nanti pada inflasi dengan naiknya uang yang beredar.

Namun, karena virus corona ini Indonesia mengalami kesulitan dalam perekonomian. Virus corona tidak hanya melumpuhkan interaksi sosial dan kegiatan manusia lainnya. Tapi, hal yang paling penting adalah melemahnya ekonomi di negara kita tercinta ini.

Dengan kondisi yang seperti ini, akhirnya Perppu No.1 Tahun 2020 memperbolehkan bank sentral untuk membeli surat utang di pasar primer tersebut. Untuk menghindari masalah kedepannya, Perry berulang kali menekankan bahwa keputusan ini adalah pilihan terakhir yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia.

Saat ini seluruh masyarakat harus menerapkan physical distacing dan tidak boleh melakukan kegiatan apapun yang dilakukan diluar rumah. Karena hal ini, saatnya pihak keuangan dan pemerintah mencari solusi dan jalan keluar agar masyarakat bisa tetap sehat dan menerapkan himbauan untuk tetap di rumah.