Surat Cinta Kemendikbud RI Untuk Para Guru Dari Sabang Sampai Merauke

22
fakta Nadiem Makarim

Nadiem Anwar Makarim, selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru saja dilantik oleh pasangan Presiden dan Wakil Presiden RI, Bapak Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin. Kemarin mencuri perhatian banyak masyarakat Indonesia terutama lapisan tenaga kependidikan.

25 November diperingati sebagai hari guru, sehingga dalam peringatan tersebut Nadiem memberikan motivasi dalam bentuk teks pidato yang kemudian diposting di beberapa sosial media.

Isinya pun cukup membuat para pendidik sadar bahwa hakikat dari pendidikan bukan sekedar mengajarkan peserta didik untuk mendapatkan angka atau nilai tertinggi. Melainkan hakikat pendidikan sendiri, sebagai upaya pembentukan karakter yang diharapkan dan dibutuhkan di generasi yang akan datang.

Berikut isi teks pidato Nadiem Anwar Makarim untuk guru di seluruh Indonesia.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru dari sabang sampai merauke.

Guru Indonesia yang tercinta, tugas anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberikan aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi mereka terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid ke luar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, dimana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.

  • Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
  • Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas.
  • Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
  • Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
  • Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apapun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat hari guru #merdekabelajar #gurupenggerak

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Santi Santi Santi Om,
Namo buddhaya,
Rahayu.

Jakarta, 25 November 2019
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Demikianlah surat cinta Mentri Pendidikan dan Kebudayaan yang ditujukan untuk seluruh guru dari Sabang sampai Merauke. Semoga apapun perubahan itu akan membawa dampak baik bagi pendidikan Indonesia.