Sumba Diguncang Gempa 5.2 Skala Richter Pada Kamis Dinihari

18

Pada Kamis, 10 Januari 2019, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengabarkan gempa berkekuatan 5.2 skala richter mengguncang Sumba pada kamis 10 Januari 2019 pukul 01.56 WIB dinihari.

Gempa dengan kekuatan 5.2 skala richter tersebut terjadi di darat dekira 31 km kea rah Tenggara Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa yang mengguncang Sumba ini terasa hingga ke Bima, Laboan Bajo dan Manggarai Barat.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat km 31 Tenggara Sumba Tengah pada kedalaman 80 km dan dirasakan dengan skala intensitas (MMI) III Waingapu, III Bima, III Laboan Bajo, dan II – III Manggarai Barat.

Hasil analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ini menunjukkan bahwa informasi awal gempa bumi ini terjadi berkekuatan Magnitudo 5.2 skala richter yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitude 5.0.

Menurut hasil analisis Badan meteorology, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 9,63 lintang selatan dan 119,91 Bujung Timur. Atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 34 km arah timur, 38 km arah barat kota Waingpu kabupaten sumba timur provinsi Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 79 km.

Jika diperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi le,peng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber juga menunjukkan bahwa gempa bumi ini  dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar turun.

Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dan dirasakan  di daerah Waingpu, Bima, Laboan Bajo dan Manggarai Barat.

Hingga saat ini belum adanya laporan mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa berkekuatan 5.2 skala ritcher tersebut. Hasil pemodelan juga menunjukkan bahwa gempa bumi Sumba ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 02.20 WIB ini hasil monitoring Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ini belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan.

Untuk itu, masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan isu-isu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarnannya. Masyarakat dihimbau agar hanya percaya kepada informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang disebarkan melalui kanal informasi resmi yang telah terverifikasi kebenarannya.

Berikut merupakan maksud dari skala intensitas guncangan gempa tersebut:

  • II MMI

Gempa yang dirasakan oleh beberapa orang saja seperti terlihatnya benda-benda ringan yang digantung bergoyang-goyang.

  • III MMI

Gempa nyata dirasakan oleh setiap penghuni rumah. Getaran gempa terasa seakan ada trus yang sedang melintas.

  • IV MMI

Gempa dirasakan banyak orang yang baik berada di dalam rumah maupun di luar rumah. Getaran ini mengakibatkan gerabah pecah, dinding berbunyi dan jendela atu pintu berderik.

  • V MMI

Gempa dirasakan oleh hampir seluruh penduduk Manokwari. Akibatnya barang terpental-pental, tiang  bergoyang, dan beberapa barang pecah.

  • VI MMI

Gempa dirasakan seluruh warga. Akibatnya penduduk berhamburan keluar, dinidng pecah, plester jatuh dan beberapa bangunan rusak. Getaran ini mengakibatkan kerusakan ringan.

  • VII MMI, VIII MMI, IX MMI, X MMI, XI MMI, dan XII MMI

Dan masih banyak jenis skala intensitas lainnya yang dapat dipelajari mengenai kekuatan gempa.