Sukses Jadi YouTuber 20 Juta Subscribers Pertama di Asia Pasifik, Pendapatan Atta Halilintar Malah Turun

32

Atta Halilintar merupakan salah satu YouTuber sukses di Indonesia yang namanya tentu sudah sangat akrab di telinga kita. Pria yang selalu menggunakan gaya nyentrik ini tak hanya sukses di Indonesia, ia bahkan mengklaim dirinya merupakan YouTuber pertama di Asia Pasifik (Australia) yang memiliki 20 juta subscribers.

Dilansir dari laman Sosial Blade, pendapatan Atta Halilintar ternyata mencapai 228 juta hingga 3,6 milyar tiap bulannya. Jumlah yang sangat fantastis bukan, Namun meskipun jumlahnya sangat besar, ternyata jumlah ini masih kalah dibandingkan dengan ketika ia hanya memiliki 10 juta subscriber.

Mengapa bisa begitu? Ternyata hal ini dikarenakan jumlah view pada video miliknya berkurang. Meskipun jumlah subscribers yang ia miliki jumlahnya bertambah, namun view yang ia miliki justru berkurang. Hal inilah yang menyebabkan pendapatan yang ia miliki saat ini lebih kecil dibandingkan pendapatan sebelumnya.

Tercatat pada bulan Pebruari 2019, Atta Halilintar berhasil meraup untung sekitar 534 juta hingga 8,5 milyar rupiah tiap bulannya. Jumlah yang jauh lebih besar ternyata ya. Jumlah ya g begitu besar ini ternyata berhasil membuatnya menjadi salah satu dari 10 YouTuber terkaya di dunia. Ia bahkan menempati peringkat kedelapan di dunia.

Kesuksesan yang ia raih saat ini memang bukan datang begitu saja. Banyak perjuangan yang telah ia lewati untuk dapat meraih posisi seperti sekarang. Kisah kehidupan Atta yang jauh dari kata sejahtera dibagikannya melalui channel YouTube miliknya.

Video dengan judul GW BAPER: ATTA JATUH MISKIN tersebut menceritakan tentang bagaimana pahitnya hidup keluarga Halilintar dulu. Pada mulanya, sang ayah dan Atta berjualan keliling menjajakan karpet dagangannya.

Ketika itu, Atta masih sangat kecil. Ia terpaksa digendong ikut berkeliling menjajakan karpet bersama sang ayah. Tak hanya berjualan karpet, keluarga Atta Halilintar juga pernah menjual SIM card dan menjadi kurir dari satu terminal ke terminal lain.

Bahkan ia juga pernah jatuh dari pangkuan sang ibu ketika pulang ke rumah. Kala itu sang ibu sangat kelelahan, begitu pula dengan Atta yang dibawa-bawa berjualan. Keletihan yang dirasakan sang ibu membuat gendongannya tidak lagi kuat sehingga Atta pun terjatuh.

Meskipun berkali-kali jatuh bangun, namun akhirnya kerja keras Atta berakhir manis. Sejak usia 13 tahun, ia telah berhasil menjadi YouTuber dengan penghasilan hingga milyaran rupiah. Semoga saja kerja keras Atta dan keluarganya dapat menginspirasi kita semua untuk tidak pernah menyerah ya.