Suka Baca Novel? Ada 3 Rekomendasi Karya Mira W yang Siap Buat Baper

15

Mira Widjaja atau kerap disapa dengan nama penanya Mira W, adalah seorang penulis novel kenamaan tanah air yang terkenal dengan novel novel bergenre romance yang manis dan selalu sukses membuat pembacanya ikut hanyut ke dalam ceritanya.

Sekilas tentang Mira W, ia lahir di Jakarta pada 13 September 1951 dengan ayah bernama Othniel Widjaja yang merupakan seorang produser dan sutradara film ternama pada masanya yang juga menjadi salah satu orang yang menjadi pelopor dunia perfilman tanah air.

Lahir dari ayah yang menggeluti dunia hiburan, Mira tak lantas mengambil jalur seni sebagai pilihan karirnya. Sebelum menjadi penulis, ia adalah seorang Mahasiswi Kedokteran di Universitas Trisakti dan sempat menjadi tenaga pengajar juga Universitas Moestopo.

Karya Mira yang pertama kali ia telurkan adalah Cerpen yang populer di masanya yang berjudul Benteng Kasih yang kemudian dimuat dalam majalah Femina di tahun 1975. Sampai kemudian ia menelurkan novel pertamanya yang berjudul Dokter Nona Friska yang dimuat sebagai cerita bersambung di majalah Dewi pada tahun 1977.

Novelis yang berkiblat kepada Agatha Christie, Y.B Mangunwijaya, dan Harold Robins ini kemudian menjadi salah satu pelopor penulis asal Tionghoa bersama Marga T. Berikut ini rekomendasi novel terbaik Mira W yang bisa buat hari harimu penuh dengan romansa kisah-kisah cinta.

1. Disini Cinta Pertama Kali Bersemi

Mengisahkan tentang kisah seorang laki-laki bernama Leo yang merupakan seorang berandalan, dan Melia, siswi pindahan yang terkenal pintar dan juga alim. Kisah cinta yang bermula ketika keduanya berusia 12 tahun tersebut ternyata sangat berpengaruh pada kehidupan mereka berdua bertahun-tahun setelahnya. Rasa cinta Leo begitu menghancurkan bagi Melia, begitu juga cinta Melia yang menghancurkan Leo.

Novel ini menjadi menarik karena mengisahkan dua anak muda yang karakternya saling bertolak belakang. Mengambil setting semasa SMP, jelas novel ini juga akan membuat kita nostalgia ke masa-masa sekolah dahulu.

2. Masih Ada Kereta yang Akan Lewat

Novel ini bisa dibilang memiliki jalan cerita yang cukup rumit, dimana perempuan bernama Arini yang terpaksa membantu temannya untuk menutupi sebuah kasus perselingkuhan dengan cara melakukan sebuah pernikahan pulasan. Meskipun memiliki jalan cerita yang berat akan tetapi gaya penulisan Mira yang lugas dan on point, tanpa mengurangi detail cerita membuat novel ini memiliki tebal 200+ halaman saja.

Bagi kalian yang menyukai novel-novel dengan konflik luar biasa rumit atau kompleks, novel yang telah terbit di tahun 80’an ini bisa menjadi novel yang akan cocok bagi kalian.

3. Sampai Maut Memisahkan Kita

Bercerita tentang seorang laki-laki bernama Febrian yang menghamili wanita bernama Inge, yang sejatinya sudah bertunangan dengan laki-laki lain bernama Agus. Akan tetapi karena tak ingin anaknya lahir, mereka berdua berusaha mengaborsinya sampai akhirnya anak mereka lahir dengan keadaan tak bernyawa. Sejak kejadian itu Febrian mengalami impotensi dan pergi ke LA, disana ia bertemu wanita lain bernama Blue Angel yang ternyata telah menyelamatkan nasib Febrian, akan tetapi masalah lebih pelik saat Febrian mengenal Angel.

Sampai mau memisahkan kita ditulis begitu apik sehingga para pembaca bisa merasakan emosi yang dihadapi oleh sang tokoh utama. Jalan cerita dari novel yang diterbitkan pada tahun 1992 ini pun tak begitu rumit dan bisa dengan mudahnya kita nikmati setiap alurnya tanpa takut kita merasakan bosan.

Nah, bagaimana sahabat dori, itu tadi sekilas beberapa review singkat mengenai isi novel-novel karya Mira W ini. Tertarik membacanya? Semoga bermanfaat mengisi waktu luang Anda.