Sudut Pandangan Agama Hindu Tentang Maraknya Perilaku Aborsi

11

Aborsi merupakan suatu tindakan yang tidak menguntungkan bagi kesehatan dan dilarang baik dalam agama maupun hukum. Aborsi atau pengguguran kandungan terjadi karena belum siapnya mental dari pasangan laki-laki dan perempuan untuk memiliki anak namun mengutamakan nafsu untuk melakukan hubungan intim.

Hal ini menjadi salah satu pemicu karena ketidaksiapan orang tua calon bayi akan kehadiran bayi tersebut. Pada zaman sekarang, teknologi berkembang semakin pesat. Hal ini berdampak pada metode untuk melakukan aborsi, yaitu secara instan dengan obat-obatan. Beberapa orang melakukan aborsi dengan metode tersebut karena di rasa tidak sakit dan cepat.

Anehnya, orang yang melakukan tindakan aborsi ini tidak merasa bersalah, padahal hal ini merupakan salah satu tindak pembunuhan yang di tentang oleh agama. Dalam teori agama Hindu atau sering disebut Teologi Hinduisme, aborsi termasuk dalam perbuatan “Himsa Karma” yaitu suatu perbuatan dosa karena dilakukan dengan membunuh, menyakiti dan menyiksa.

Dalam dasar teori ini membunuh artinya adalah “menghilangkan nyawa” dari roh yang telah melekat pada diri manusia sekali pun masih dalam bentuk bayi maupun gumpalan darah belum sempurna yang membentuk seperti tubuh manusia.

Dalam “Lontar Tutur Panus Karma”, manusia tercipta saat terjadi pembuahan pada sel telur. Maka pada saat itu, roh sudah terbentuk dan dipegang atas kuasa Hyang Widhi. Hyang Widhi memanifestasikan roh ini sebagai “Kanda-Pat” yang artinya “empat-teman” dan “Nyaman Bajang” yang artinya “saudara yang selalu membujang”. Kanda-Pat bertugas untuk memelihara dan membesarkan bayi secara fisik. Kanda-pat terdiri dari empat elemen yaitu:

  • I Karen yaitu calon ari-ari.
  • I Bra yaitu calon lamas.
  • I Angsian yaitu calon getih.
  • I Lembana yaitu calon Yeh-nyom.

Kondisi ini berkembang hingga waktu bayi berumur 40 hari. Nyama Bajang berarti kekuatan-kekuatan dari Hyang Widhi yang tidak berwujud. Nyama Bajang berjumlah 108 yang bertugas untuk menguatkan roh dalam bayi.

Dalam teori tersebut, dapat disimpulkan bahwa manusia terbentuk bahkan saat masih menjadi gumpalan darah meskipun belum membentuk tubuh. Sehingga, perbuatan aborsi termasuk dalam tindakan pembunuhan atau menghilangkan nyawa seseorang.

Dalam kitab Hindu yang tercantum dalam Rgveda 1.114.7 yang berbunyi “Ma no mahantam uta ma no arbhakam” berarti “Janganlah mengganggu dan mencelakakan bayi”. Selain itu, dalam Arthavaveda X.1.29 yang berbunyi “Ma no gam ascam purusam vadhih” yang berarti “Jangan membunuh manusia dan binatang”.

Berdasarkan dua kutipan dalam kitab suci Hindu pun sudah dituliskan bahwa larangan akan membunuh manusia yang sama artinya dengan tindakan aborsi merupakan tindakan untuk membunuh manusia.

Dalam Agama Hindu tidak dibenarkan bahwa aborsi adalah tindakan yang benar. Dapat disimpulkan bahwa tindakan aborsi merupakan tindakan keji yang menimbulkan dosa karena melanggar perintah Tuhan untuk menjaga titipan yang dikaruniai-Nya.

Demikian beberapa informasi mengenai pandangan agama Hindu tentang tindakan aborsi. Semoga bermanfaat.