Stop Bullying! Tindakan Tidak Keren dan Menimbulkan Dampak Negatif

6
bullying

Dewasa ini bullying menjadi fenomena yang memprihatinkan di kalangan masyarakat terutama anak-anak. Hal ini karena merekalah generasi penerus bangsa beberapa tahun ke depan. Mereka yang akan meneruskan cita-cita dan harapan bangsa yang sudah di bangun susah payah para pendiri negeri. Bonus demografi yang dimiliki Indonesia bisa jadi bumerang jika generasinya memiliki kualitas yang buruk. Bullying salah satunya. Perbuatan mengejek, merasa paling benar hingga menjatuhkan orang lain karena kekurangannya dianggap tren yang bisa dipamerkan. Kemajuan teknologi disalahgunakan untuk mencari eksistensi yang tidak bermanfaat. Untuk itulah bullying harus diberantas agak kualitas manusia itu sendiri lebih banyak manfaatnya.

Apa itu Bullying?

Menurut WHO, bullying atau penindasan adalah perilaku agresif yang negatif yang dilakukan oleh anak lain atau kelompok anak-anak yang bukan saudara kandung atau yang mempunyai hubungan dengan korban. Ini melibatkan gangguan fisik, psikologis atau sosial yang berulang, dan sering terjadi di skala dan tempat-tempat lain dimana anak anak berkumpul atau lewat media online. Bentuk bullying bisa berupa verbal, non verbal, fisik maupun.

Dampak Bullying

Bullying dapat memberikan dampak negatif terhadap korban dan pelaku. Bagi korban bullying di sekolah akan mengalami gangguan fisik, psikis, dan/ atau permasalahan akademik seperti penyakit fisik, depresi dan pikiran/ upaya bunuh diri, keluar dari sekolah (drop out), dan kesulitan belajar. Korban merasa terkucilkan dan tidak sulit membangun diri.

Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Byon Gook Moon dan Leanne Fiftal Alarid pada remaja Korea di tahun 2014 menyimpulkan rendahnya kontrol diri berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku bullying. Korban bullying yang memiliki kontrol diri rendah dapat mengalami dampak negatif seperti yang dijelaskan sebelumnya dan berpotensi menjadi pelaku bullying. Ya, seseorang yang mulanya menjadi korban dapat berpotensi menjadi pelaku. Tentu jika ini terjadi terus menerus sudah barang pasti bagaimana kualitas generasi mendatang akan sulit diharapkan meneruskan perjuangan.

Cyber Bullying

Kemajuan teknologi ternyata merubah bentuk bullying itu sendiri yang awalnya secara langsung kini dapat melalui media sosial. Dapat bermula dari postingan sampai saling berkomentar negatif. Padahal sejatinya sosial media ada untuk memudahkan informasi antara manusia dari belahan bumi satu ke belahan bumi yang lain. Jadi dalam hal ini sosial media telah disalah gunakan oleh para penggunanya. Pemerintah melalui UU ITE mengatur penggunaan alat transaksi elektronik ini, lho. Para pembully yang berkomentar negatif tentunya dapat dijerat hukum hingga di penjara jika korban merasa sudah keterlaluan.

Peka dan Tegas

Untuk itu perlu bagi kita untuk aware dengan permasalahan ini. Bullying sekecil apapun tidak bisa dibenarkan. Ingat pepatah ini, “Jika ingin dihormati, maka hormati orang lain terlebih dahulu”. Ini bisa kita pegang agar tidak semena-mena dengan orang lain. Untuk mencegahnya bisa dari diri sendiri. Dimulai dari selalu berpikir positif, peka dan tegas dengan keadaan.

Menasehati teman yang melakukan pembullyan adalah perlu dan tetap dilakukan dengan santun. Jika tidak mempan maka doakan karena tugas kita adalah mengingatkan sesama. Selamatkan dirimu dan orang lain. Bully itu tidak keren.