Sosialisasi Pembangunan Tol Jogja-Solo Mulai Gencar

94
Kegiatan Sosialisasi Pembangunan Jalan Toll Jogja- Solo di Balai Desa Bokoharjo Rabu (4/12/2019), Foto: Sulistyawan

Tim Persiapan Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo mulai gencar melakukan sosialiasi ke beberapa wilayah. Pada  Rabu (4/12/2019) . Bertempat di Kantor Lurah Desa Bokoharjo, Tim mengawali sosialisasi dengan menyambangi warga Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman dan memberikan sosialiasi mengenai rencana pembangunan Jalan Toll yang akan dimulai pada 2020 mendatang.  

Berdasarkan Tim, di Desa ini ada dua dusun yang akan terdampak pembangunan Jalan Toll yaitu Dusun Jobohan dan Dusun Pelemsari. Oleh karena, sosialiasi dilakukan untuk menghindarkan adanya kesalahan fahaman dengan warga setempat.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Kridho Suprayitno mengungkapkan bahwa Sosialisasi kepada warga dilakukan sebagai langkah awal persiapan konsultasi public. Setelah sosialiasi, dalam masa dua minggu ke depan, Tim Satgas Lapangan yang dikoordinasi oleh Kepala Desa akan  melakukan data validasi pemilik lahan dan bangunan milik warga terdampak.

Peta Wilayah Terdampak Jalan Toll Jogja-Solo
(Foto : Sulistyawan)

“Setelah dua minggu, kami akan datang lagi untuk melakukan konsultasi publik dan musyawarah. Pada saat yang bersamaan kami  secara parallel melakukan sosialiasi seperti ini di Kecamatan Kalasan.“ ujar Kridho kepada wartawan di Kantor Lurah Desa Bokoharjo Rabu (4/12/2019).

Lebih  lanjut Kridho bersyukur, warga Bokoharjo yang sebagian mungkin terdampak pembangunan Toll terlihat sangat antusias. Tetapi, ditegaskannya bahwa pembayaran ganti rugi dilakukan setelah dilakukan Penetapan Lokasi (Penlok) terbit. Pihaknya menjamin, warga akan diuntungkan karena Tim Apraisal sangat professional dalam menghitungan nilai ekonomis dari tanah maupun bangunan milik warga.

Kridho merinci, jumlah warga yang terdampak untuk Dusun  Pelemsari ada 80 pemilik tanah, untuk Jobohan ada 85 orang pemilik tanah. Sedang untuk jumlah rumah utuh  yang terdampak sebanyak 93 buah.  Sedangkan bangunan sosial atau tempat ibadah tidak ada yang terdampak. 

“Dari pertemuan hari ini, pada prinsipnya masyarakat setuju dengan dibangunnya Jalan Toll. “ tandas Kridho.

Terpisah, Kepala Desa Bokoharjo Dody Heriyanto mengungkapkan bahwa di wilayah Bokoharjo terdapat 8 hektar lahan terdampak yang terdiri dari 165 bidang. Dari keluasan tersebut beberapa bidang lahan merupakan tanah kas desa serta pekarangan warga.

“Untuk tanah kas desa, belum kita hitung karena masih menunggu hasil validasi dari Tim.“ ujar Dody.

Ditambahkan Dody, untuk sementara data-data yang diungkapkan oleh Tim  merupakan data yang  memang data pemilik tanah terdampak.  Namun untuk kepastiannya, masih menunggu hasil dari Tim.