Singapore Open 2019 : Gelar Juara Demi Gengsi Ranking Satu Dunia

8
singapore-open-2019

Ketika kini telah mencapai puncak teratas peringkat dalam olahraga bulutangkis, terutama setelah semua rintangan yang harus diatasi, hanyalah langkah awal untuk seorang Kento Momota ketika ia berusaha untuk mendominasi olahraga dengan cara yang sama dengan idola-idolanya, Lin Dan dan Lee Chong Wei.

Singapore Open 2019 telah sempurna memukau dan menyajikan pertandingan bulutangkis. Hingga pada akhirnya masing – masing peringkat nomor satu dunia di sektor tunggal putra dan tunggal putri mampu berdiri di podium tertinggi. Adalah Kento Momota dan Tai Tzu Ying memenangkan gelar tunggal putra dan putri dengan kemenangan gemilang atas Anthony Sinisuka Ginting dan Nozomi Okuhara.

Kemudian, yang tidak kalah mengejutkan adalah pasangan Thailand Dechapol Puavaranukroh-Sapsiree Taerattanachai memenangkan gelar ganda campuran, mengalahkan ganda campuran Malaysia, Tan Kian Meng dan Lai Pei Jing.

Di sisi lain, Ganda Putri Jepang Mayu Matsumoto dan Wakana Nagahara mengambil gelar ganda putri dan Takeshi Kamura-Keigo Sonoda dari Jepang mengantongi trofi ganda putra.

Pertandingan di babak final menyajikan aksi bulutangkis selama total empat jam dan lima menit, dengan penonton disuguhi beberapa aksi pertandingan bulu tangkis yang gemilang. Berikut adalah hasil akhir Singapore Open 2019:

Tunggal Putri: Tai Tzu Ying (Taiwan) mengalahkan Nozomi Okuhara (Jepang) 21-19, 21-15

Ganda Campuran: Dechapol Puavaranukroh-Sapsiree Taerattanachai (Thailand) mengalahkan Tan Kian Meng-Lai Pei Jing (Malaysia) 21-14, 21-6

Ganda Putri: Mayu Matsumoto-Wakana Nagahara (Jepang) mengalahkan Kim Hye Jeong-Kong Hee Yong (Korea) 21-17, 22-20

Ganda Putra: Takeshi Kamura-Keigo Sonoda (Jepang) mengalahkan Mohammad Ahsan-Hendra Setiawan (Indonesia) 21-13, 19-21, 21-17

Tunggal Putra: Kento Momota (Jepang) mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting (Indonesia) 10-21, 21-19, 21-13 Berikut adalah beberapa takeaways dari turnamen:

Dominasi Jepang

Jepang berkuasa di Singapore Open 2019 memenangkan tiga dari lima gelar yang tersedia. Satu-satunya sektor dimana mereka berhasil mencapai final tetapi tidak menang adalah sektor tunggal putri.

Sementara itu, di sektor Ganda putri telah berada di bawah kendali Jepang untuk beberapa waktu terakhir. Seperti saat di Malaysia Open 2019, Jepang kembali mengantongi gelar sekali lagi.

Dalam ganda putra, pasangan Jepang, Kamura dan Sonoda akhirnya meruntuhkan pertahanan pasangan Ganda Putra Indonesia Ahsan dan Setiawan untuk merebut gelar tersebut. Ahsan/Hendra sebelumnya adalah juara bertahan dari turnamen Singapore Open 2019.

Kemudian, ranking satu dunia, Kento Momota berhasil lagi menduduki podium tertinggi setelah mengalahkan tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, dengan Rubber Game.

CHINA Nirgelar

Setelah berhasil mengukuhkan posisi sebagai juara umum di Malaysia Open 2019, di mana China memenangkan empat dari lima gelar yang tersedia, Cina tidak berhasil menempatkan satu wakil pun di babak final Singapore Open 2019.

Di Kuala Lumpur minggu lalu, Cina menunjukkan bahwa menjelang Olimpiade, mereka siap untuk memimpin. Tetapi realita seperti tidak berpihak kepada China di Singapore Open 2019, terutama dengan runtuhnya unggulan teratas dalam ganda campuran Zheng Siwei dan Huang Yaqiong yang harus kalah di semi-final.

Penampilan Permainan Bulutangkis yang Penuh Kualitas

Ada tiga pertandingan brilian tersaji di Singapore Open 2019, di mana bulu tangkis dimainkan sangat sensasional. Tai Tzu vs Akane Yamaguchi di semi final, juara bertahan Ginting vs Chou Tien Chen di semi final dan Momota vs Ginting di final, adalah pertandingan yang menyajikan permainan apik dan seru.

Tai Tzu vs Yamaguchi:

Pertandingan ini adalah bulutangkis tunggal putri yang terbaik. Bulu tangkis Tai Tzu Ying yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya disesuaikan dari ujung ke ujung oleh Yamaguchi dengan kecepatan, pertahanan dan kualitasnya. Yamaguchi datang ke pertandingan dengan strategi menjaga kecepatan sangat tinggi. Hal ini merupakan cara taktis seorang Akane agar mampu meresahkan Tai Tzu Ying dan itu berhasil.

Yamaguchi mampu menempatkan dunia No.1 di bawah tekanan berat dengan langkahnya, serta kemampuan bertahan yang dimilikinya. Namun, setelah pertandingan dan empat match point turun, Tai Tzu menemukan pola permainan yang pas. Meskipun upaya terbaik telah diberikan Yamaguchi saat itu, Tai Tzu Ying yang pada akhirnya muncul sebagai pemenang.

Dengan kemenangan Tai Tzu Ying atas Akane, mungkin pertempuran itu membantunya di final, di mana dia tidak membiarkan Okuhara mengambil permainan untuknya.

Anthony Ginting vs Chou Tien Chen:

Jika Tai Tzu vs Yamaguchi adalah yang terbaik untuk wanita, Ginting vs Chou adalah versi prianya. permainan yang sensasional, tingkat keterampilan, dan permainan menyerang – semua itu menentukan pertandingan yang sayang sekali untuk dilewatkan.

Chou adalah juara bertahan tetapi Ginting-lah yang memulai dari blok dengan kecepatan sensasional. Dengan gerakan cepat Ginting dan serangan yang kuat, Chou berjuang untuk menahan diri ketika Ginting mengambil game pertama.

Chou melawan balik dengan keras, memainkan beberapa pukulan telak di gim kedua. Dia mengimbangi Ginting, pulih lebih baik dan baru saja berhasil menemukan jalurnya untuk mengambil game kedua. Dalam penentuan, Ginting terus mengikuti dan meluncurkan serangan demi serangan ke Chou. Bukannya Chou tidak bertempur, ia berjuang keras tetapi pada akhirnya, Ginting muncul sebagai pemenang.

Kento Momota vs Anthony Ginting:

Ini adalah akhir yang luar biasa untuk Permainan bulutangkis yang luar biasa pula. Ginting mengerahkan permainan kecepatan yang sama melawan Momota dan membuatnya benar-benar gelisah. Ginting berhasil membungkam Momota di babak pertama.

Namun, Momota menyerap semua tekanan dari game kedua dan seterusnya, mencoba mendapatkan sebanyak mungkin peluang dan berhasil membukukan game kedua.

Pada babak penentuan, Ginting kembali memimpin tetapi satu kekalahan dari Ginting dan itu mengubah pola pertandingan. Momota telah menemukan langkah dan kepercayaan dirinya saat itu dan akhirnya mampu menaklukkan Ginting untuk merebut gelar itu.