Si Mawar Gurun, Tumbuhan Ahli Kamuflase

309

Umumnya kita cuma tahu bahwa kamuflase hanya dilakukan oleh hewan tertentu seperti bunglon, belalang anggrek, tokek daun, burung potoo, gurita penyamar, atau hewan yang mempunyai teknik kamuflase hebat lainnya.

Teknik bertahan hidup yang unik ini tidak hanya dilakukan oleh hewan saja, namun ternyata ada juga tanaman yang dibekali teknik berkamuflase yang tak kalah hebat.

Salah satu contohnya adalah ‘Lithops’ atau yang dikenal juga dengan sebutan bunga batu, batu hidup, atau batu berbunga. Di alam liar, lithops menghuni daerah kering yang luas di Afrika bagian selatan.

Lithops termasuk ke dalam keluarga Mesambryanthemaceae. Nama lithops sendiri diambil dari kata ‘lithos‘ yang artinya ‘batu’ dan ‘ops‘ yang artinya ‘wajah’. Tanaman asal Afrika ini adalah tanaman kamuflase sejati: bentuk, ukuran, dan warna mereka nampak menyerupai batu-batu kerikil di lingkungan alaminya dan hampir tidak bisa dibedakan. Tanaman ini berbaur di antara batu-batu sebagai sarana perlindungan.

Zat ‘tanin’ yang terdapat pada bagian atas daun (ephitelium) tumbuhan ini merupakan penahan sinar ultraviolet berlebih sehingga tumbuhan ini mampu bertahan di tempat sangat terik. Zat ini juga yang merupakan faktor yang menjadikan tanaman ini terlihat berwarna dan berpola.

Bentuknya yang kecil dengan diameter 2-3 cm, dengan dua daun mengerucut terbalik saling menempel menyerupai batu merupakan kamuflase luar biasa yang dapat memanipulasi siapa saja yang melihatnya.

Daun istimewa lithops berfungsi baik dalam menyimpan air. Akar kontraktil yang menyebabkan 90% tubuhnya terkubur oleh tanah, melindunginya dari kekeringan dan penguapan.

Lithops juga dilengkapi dengan sistem fotosintesis khusus (Crassulacae Asit Metabolisme) yang dapat memungkinkan tumbuhan ini dapat tetap hidup di tempat bersuhu panas tinggi dan kering yang minim air.

Selain bentuknya yang unik, lithops juga mempunyai bunga menawan seperti bunga daisy, berdiameter sekitar 2,5 cm, dengan warna cerah putih-kuning, mekar setiap tahun pada musim hujan. Warna cerah pada bunga lithops berguna untuk merefleksikan sinar ultraviolet dan juga sebagai pemikat serangga yang dapat membantu proses penyerbukan.

Buah lithops berbentuk kapsul dengan 4-8 bagian, menyimpan biji-biji, yana akan terbuka jika basah karena terkena air hujan.

Oleh sebab sistem-sistem si ahli kamuflase ini yang diciptakan sesuai dengan keadaan lingkungannya sehingga tumbuhan ini juga mendapat julukan “Mawar Gurun”. Karena bentuknya yang unik dan bunganya yang cantik, lithops banyak dijadikan sebagai koleksi tanaman hias indoor.