Setop Golput; Ayo Nyoblos!

9

Rabu, 17 April 2019 telah ditetapkan sebagai pesta demokrasi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dua pasang calon presiden dan wakil presiden sudah selesai berkampanye secara terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh seluruh khalayak negeri ini.

Ditambah pula dengan debat putaran pertama hingga kelima, disajikan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) secara terbuka, disiarkan melalui media laring seperti televisi dan media daring atau streaming di youtube. Kelima sesi tersebut sudah memaparkan dan memberikan gambaran yang cukup jelas kepada masyarakat tentang siapa yang pantas untuk melanjutkan tampuk pimpinan negeri tercinta ini.

Di tengah gegap gempita, hiruk pikuk dan euphoria menyambut pesta demokrasi, tetap saja ada segelintir orang yang berpandangan pesimis, dan merendahkan. Santer terdengar di telinga dan sering kali muncul dalam laman media sosial tentang sikap beberapa orang yang pesimis dan tidak mau ikut andil dalam memberikan hak suaranya untuk memilih pemimpin negeri ini.

Popular dikenal dengan golput (golongan putih) dalam artian tidak mau berkontribusi dalam memberikan hak memilihnya saat pesta demokrasi berlangsung. Sikap seperti ini, sebenarnya bukanlah sikap seorang anak bangsa yang nasionalis apalagi patriot. Meremehkan pesta demokrasi sama saja dengan merendahkan bangsa sendiri.

Bukankah sudah menjadi tanggung jawab semua warga negara untuk menjaga martabat bangsa? Tentu, salah satu bentuk nyata dari menjaga martabat bangsa adalah dengan berkontribusi dalam pesta demokrasi memilih pemimpin negeri.

Sikap tak acuh dengan pesta pemilu atau pemilihan umum adalah bentuk dari apatisme. Hal ini sangatlah tidak baik. Sebab, memilih pemimpin akan menjadi jaminan untuk lima tahun yang akan datang. Masa depan bangsa Indonesia harus tetap dipertahankan dan dijaga dengan baik. Sikap golput bukanlah sikap kesatria anak bangsa, melainkan sikap pengecut yang tak mau menjaga negerinya sendiri.

Generasi muda merupakan kalangan yang mendominasi Indonesia hari ini. Dikenal dengan generasi Z, yang jumlahnya sangat berlimpah berbanding terbalik dengan kaum tua di negeri ini.

Jadi, dapat dibayangkan, jikalau generasi hari ini tidak mengambil peran aktif dalam membela bangsanya melalui ikut andil dan aktif dalam memberikan hak suaranya dalam pemilu, maka bangsa ini lambat laun akan menjadi tertinggal dan tidak mampu bersaing. Sebab, generasi mudanya saja, tidak mau berkontribusi dalam menentukan pemimpin mereka.

Bagaimana mereka bisa menghadapi tantangan dari luar? Untuk itu, memberikan hak suara ketika pemilu adalah bagian dari tugas utama anak bangsa.

Golput bukanlah jalan yang baik, justru merupakan pilihan sesat dan menyesatkan. Sudah sepantasnya setiap anak bangsa ikut andil dan berperan aktif dalam memajukan bangsa ini, termasuk berperan aktif dalam memberikan hak suaranya dalam pemilu. Ayo nyoblos! Jangan golput! Nyoblos itu keren!