Semangat Akulturasi Kartini Dalam Busana Peranakan

23
video : youtube

Sebagai upaya mengenang jasa-jasa Kartini, ratusan tokoh perempuan di Yogyakarta Minggu (21/4) lalu tampil anggun dalam balutan Kebaya Peranakan Indonesia. Gelaran tahunan dalam rangka peringatan Hari Kartini ini berlangsung di situs bersejarah abad ke-18 Pendopo Agung Royal Ambarrukmo dengan menampilkan karya disainer batik ternama Afif Syakur , yang memadukan busana batik, kebaya dan busana peranakan khas Tionghoa.

Gelaran Peragaan Busana yang berthema “Kartini dan Perempuan Masa Kini” , ini menghadirkan kurang lebih 150 sosok perempuan dari berbagai usia dan lintas profesi yang peduli terhadap budaya dan emansipasi wanita.

Peragaan busana.yabg ditampilkan menggambarka akulturasi dua budaya, yang dikemas dalam bentuk Fragmen Opera singkat. Sebagian besar rancangan busana yamg ditampilkan berupa Kebaya Peranakan Indonesia dari berbagai Komunitas Wanita yang ada di Yogyakarta seperti : komunitas PPBI Sekarjagad, PPBBN Kamala Nusantara, LCY Puspita Mataram, Colours Community, Forum Pemberdayan Perempuan Indonesia (FPPI), Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) serta perwakilan penggiat industri perhotelan Yogyakarta.

Fragmen Opera ini sangat berbeda dengan peragaan busana pada umnya karena menampilkan latar suasana sebuah keluarga Peranakan dengan busana berkebaya.

Para model yang terdiri dari tokoh-tokoh perempuan tersebut mengenakan batik motif khusus yang telah dipersiapkan oleh perancang kenamaan Afif Syakur. Oleh karena itu gelaran ini dirasakan sangat spesial oleh para wanita di Yogyakarta.

Diharapkan, peragaan busana dengan konsep Fragmen opera semacam ini dimasa yang akan datang dapat mendorong serta membangun tumbuhnya semangat akulturasi budaya dan toleransi antar ras dan suku yang tercermin dalam balutan busana yang ayu.

Disamping itu, moment istimewa ini juga diharapkan mampu menjadi refleksi positif bagi para perempuan Indonesia dan keberagamannya agar tetap harmonis serta tak lupa akan budaya yang dimilikinya (*)