Selalu Ada Hikmah, Berikut Beberapa Pola Pikir yang Berubah di Masyarakat Karena Pandemi Covid-19

10

Physical Distancing hingga Pembatasan dalam Skala Besar diterapkan pemerintah dalam kurun waktu yang tidak ditentukan di Indonesia saat ini karena adanya pandemi virus Covid-19.

Dengan keadaan seperti ini membuat ruang gerak kita menjadi terbatas. Berbagai aktivitas diluar rumah yang biasa kita lakukan seperti sekolah, bekerja, liburan, hingga berbagai mobilitas lainnya terpaksa dikurangi untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 lebih cepat.

Namun selalu ada hikmah yang terjadi dari berbagai kejadian yang ada. Ada hal yang paling mendasar yang memiliki perubahan adalah pola pikir masyarakat. Berikut ini Dori akan merangkum berbagai pola pikir yang berubah di masyarakat setelah terjadinya pandemi virus Covid-19. Simak selengkapnya dibawah ini.

  • Pentingnya Mengelola Keuangan dengan Menyimpan Dana Darurat

Setelah adanya pandemi virus Covid-19 membuat kita paham pentingnya keberadaan dana darurat. Dana darurat biasanya tidak kita perhatikan setiap bulannya setelah mendapatkan penghasilan bulanan. Dengan keberadaan dana darurat, kita bisa meminimalisir kekhawatiran dan kebingungan saat situasi yang tidak menyenangkan atau kondisi sulit terjadi tiba – tiba, seperti pandemi virus Covid-19 ini.

  • Memiliki Dua Sumber Penghasilan adalah Kewajiban

Semua yang ada di dunia ini tidak ada yang kekal, termasuk pekerjaan. Dengan adanya pandemi virus Covid-19 ini, banyak pekerjaan yang terdampak di berbagai sektor. Oleh karenanya, penting bagi kita memiliki pekerjaan lain agar tidak hanya mengandalkan satu pekerjaan dan tetap berpenghasilan.

Dengan minimal memiliki dua sumber penghasilan, kita tetap bisa mengelola keuangan dengan baik bahkan saat berhadapan dengan situasi sulit seperti saat terjadi pandemi virus Covid-19.

  • Perilaku Hidup Bersih yang Memiliki Manfaat Besar

Sebelum terjadi Covid-19, banyak dari kita yang mengabaikan kesehatan dan hal – hal kecil yang berkaitan dengan kesehatan kita. Seperti antara lain cuci tangan, makan makanan bergizi, olahraga, hingga berjemur di pagi hari. 

Dengan terjadinya pandemi virus Covid-19, kini banyak masyarakat yang menyadari pentingnya kebiasaan sehat dan mulai menerapkannya di kehidupan sehari – hari. Dan kebiasan – kebiasaan ini bisa menjadi aktivitas sehari – hari yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat karena adanya manfaat yang baik yang dirasakan didalamnya.

  • Waktu Bersama Keluarga Menjadi Berarti

Hashtag #DirumahAja dan #StayatHome menjadi populer dengan adanya pandemi virus Covid-19. Dengan melakukan berbagai aktivitas di rumah, kita bisa kembali merasakan hangatnya akrab dengan keluarga hingga hidup sederhana tanpa disibukkan dengan kegiatan yang kita lakukan sendiri.  

Kesempatan bersama keluarga saat dirumah aja seperti memiliki waktu berbincang dengan keluarga, menonton film, hingga melakukan aktivitas dan hobi bersama keluarga bisa menghasilkan kenangan yang berharga dan mempererat tali persaudaraan.

Dengan kesederhanaan yang dilakukan dirumah aja mengajarkan kita juga dengan gaya hidup sederhana. Dengan adanya pandemi virus Covid-19, kita bisa belajar mengendalikan diri antara keinginan dan kebutuhan secara seimbang.

  • Pandangan Tentang Resepsi Pernikahan

Selama ini pandangan orang mengenai resepsi pernikahan haruslah memiliki biaya yang banyak baru bisa mengadakan resepsi. Ketika terjadi masa Physical Distancing seperti ini, banyak orang yang mengadakan pernikahan hanya dengan akad lalu membagikan makanan kepada orang – orang disekitarnya atau yang tidak mampu. 

Bila di ambil dari sudut pandang Islam, prosesi pernikahan seperti ini sudah termasuk syarat sah nikah.

Dan dengan adanya pandemi ini, bisa mengubah pandangan masyarakat bahwa yang paling penting adalahnya sahnya akad agar pernikahan sesuai dengan syarat sah yang diberlakukan. Dan resepsi bisa dilakukan dengan hanya membagikan makanan, atau bisa dilakukan tidak harus di hari yang sama.