Sejauh Ini Sudah Ada 900 Kades Ditangkap Terkait Dana Desa

32
kades

Seperti kita ketahui, salah satu program unggulan presiden Joko Widodo adalah pemberian dana desa untuk menunjang kemajuan daerah-daerah khususnya tingkat desa.

Dana ini memang ditujukan untuk menunjang kemajuan desa terkait keperluan infrastruktur, agar tidak tertinggal dari kota-kota besar yang diharapkan mampu menunjang kemajuan-kemajuan dalam bidang ekonomi karena memiliki akses yang baik.

Seperti kita ketahui, saat ini di indonesia banyak sekali daerah-daerah yang tertinggal terkait pembangunan. Terutama hal yang sangat mendasar adalah akses jalan yang sering sekali menyebabkan masalah akses ke desa tersebut terganggu atau memiliki akses yang sangat sulit terjangkau.

Bisa kita bayangkan, jika sebuah desa tidak memiliki akses mendasar seperti halnya jalan yang bisa diakses atau dilalui kendaraan bermotor misalnya, tentu saja kemajuan di desa tersebut mustahil untuk tercapai.

Hal ini pula biasanya menyebabkan bahan-bahan baku di daerah tersebut menjadi sangat mahal, karena pedagang terkadang mau tidak mau harus menambahkan ongkos kepada pengirim karena akses yang dilaluinya cukup sulit. Atau pedagang harus menyewa seorang yang ahli untuk melewati medan-medan tertentu.

Namun ternyata penyaluran dana desa ini tidak sepenuhnya lancar dan salurkan dengan benar sebagaimana mestinya. Dan justru dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan lain oleh oknum-oknum desa yang tidak bertanggung jawab,

Di lansir dari detik.com pada (11/05/19) sampai dengan bulan Januari kemarin sudah ada sekitar 900 kades yang tertangkap terkait dana desa tersebut. Saat ini pemerintah meminta semua masyarakat untuk ikut mengawasi penggunaan dana desa dan melaporkan jika memang ditemukan indikasi adanya kecurangan.