Sejarah Singkat dan Cara Exorcism Agama Hindu yang Patut Diketahui!

54
Exorcism Agama Hindu

Di dunia ini manusia hidup saling berdampingan dengan makhluk yang tidak kasat mata. Dan mahluk halus memiliki dua jenis yaitu ada yang jin maupun setan. Kedua mahluk halus ini tidak bisa lepas dari kehidupan manusia karena Tuhan memberikan setan maupun jin untuk memperdaya setiap lini kehidupan manusia.

Setan akan menggoda manusia hingga hari kiamat nanti. Sehingga sebagai manusia kita sewajarnya perlu melakukan kewaspadaan terhadap apa yang akan diperdaya oleh setan. Manusia yang diciptakan oleh Tuhan biasanya akan termakan bujuk rayunya setan yang mengajak ke sesuatu yang bersifat negatif. Dengan memasuki tubuh manusia maka akan membuat nya kerasukan.

Oleh karena itu, sekarang ini banyak sekali cara untuk mengusir setan yang menghinggapi tubuh manusia. Salah satu caranya dengan melakukan Exorcism yang merupakan metode untuk mengusir setan dalam berbagai macam budaya dan agamanya.

Biasanya cara Exorcism ini dilakukan dengan mantra atau doa-doa yang digunakan untuk mengusir setan untuk pergi dari tubuh manusia. Untuk melakukan pengusiran setan sendiri manusia membutuhkan bantuan dari orang yang ahli seperti pendeta,ustad ,dukun dan biksu. Dalam agama Hindu Exorcism dapat digunakan ketika manusia mengalami sesuatu yang menggangu kehidupannya.

Setiap hari rasanya sakit yang tidak biasa dan mengganggu aktivitasnya. Selain itu, Exorcism dalam agama Hindu dapat digunakan ketika memasuki ruangan yang penuh dengan kesan mistis. Di Bali sendiri yang merupakan daerah paling kental terhadap agama Hindu, cara mengusirnya dengan menggunakan Mantra Perlindungan Mrtyunjaya.

Dalam sebuah cerita yang menjadi kepercayaan masyarakat Bali seorang raja di Bali bernama Sri Aji Jaya Kusuma. Akan tetapi Sri Aji Jaya Kusuma tidak mau menjabat karena raja sebelumnya selalu bernasib kurang beruntung ketika menduduki tahta sebagai raja. Para raja akan mati setelah dinobatkan sebagai raja.

Kegelisahan ini membuatnya pergi melakukan sadhana yang dilakukan setiap tengah malam di setra gandhamayu (kuburan). Dengan memuja Dewi Durga sang raja meminta kepada Dewi untuk terhindar dari penderitaan tersebut. Aji Kusuma memuja Dewi Durga karena merupakan dewa yang bisa melenyapkan segala macam jenis kejahatan dan kemalangan maupun roh-roh jahat.

Suatu ketika Dewi Durga menampakkan wujudnya kepada Aji Kusuma dan memberikan sebuah mantra untuk mengusir roh jahat. Dewi Durga pun mengamanatkan kepada orang Bali untuk bisa melakukan sebuah perayaan galungan. Dengan merayakan hari raya galungan maka secara otomatis masyarakat Bali akan terhindar dari roh-roh jahat dan penyakit yang mematikan.

Lalu, Sri Aji Kusuma memerintahkan kepada masyarakat Bali untuk selalu merayakan hari raya galungan setiap tahunnya. Perlu diketahui bahwa mantra Mrtyu artinya mati sedangkan jaya artinya menang. Jadi, mrtyunjaya artinya jaya atau menang atas kematian.