Sebuah Bukti Bahwa Aku Menyayangi Ibuku

108

Ibuku adalah malaikat tanpa sayap. Ibuku juga adalah matahari ketika siang hari karena ia selalu memelukku dengan kehangatan. Ibuku seperti bintang saat malam hari karena gelapnya hidupku tanpa ibu. Ibuku juga menerangi hidupku dengan cinta dan kasih sayangnya. Kasih sayang yang tak akan pernah bisa aku membalasnya.

Ibuku selalu menyayangi aku sampai saat ini.  Mulai aku tinggal di dalam rahim Ibu. Ibu menjagaku, membekali aku dengan berbagai ilmu kehidupan meskipun saat itu aku belum Bisa memahaminya. Ibu kau juga menjagaku selama 9 bulan, sampai tiba waktuku untuk siap melihat dunia.

Karena perjuangan ibu aku lahir. Perjuangan itu keras. Perjuangan itu di ujung napasnya. Ibu yang telah melahirkan aku. Menyayangi aku segenap jiwa raganya. 

Air susunya ia berikan untuk mengganjalkan perutku karena saat aku Lapar dan haus ibu adalah orang yang pertama ada bersamaku berusaha menggendongku dengan nyanyian merdu sambil menyusui ku,  saat aku menangis karena aku ingin tidur, ibu juga yang menyanyikan senandung shalawat sambil mengusap ngusap rambutku sampai aku tertidur lelap…   

Dalam tidurku ibu menjagaku dengan doanya, tak ia biarkan seekor nyamuk pun menghampiri aku bahkan menggigitku. Seiring dengan perjalanan waktu, terus aku dibimbing olehnya. Aku bisa berbalik kanan Dan Kiri, lalu tengkurap selanjutnya ibu memberikan aku makanan pendamping asi..   

Ibuku  selalu berusaha memberikan makanan yang bergizi untuk pertumbuhan tubuhku yang mungil saat itu. Detik demi detik, hari demi hari bahkan berganti bulan aku mulai Bisa belajar duduk, belajar jalan,  belajar berbicara, Kata demi kata sampai aku bisa memanggil ia ibu. Iya itu Ibuku.

Tak pernah Lelah ia mengajari aku, tak pernah bosan ia mengulang ulang Kata Kata yang selalu aku tanyakan padanya tentang sesuatu yang Tidak aku pahami saat ibu. Ibu juga yang selalu memasak untukku, ibu juga yang selalu memandikan aku,  ibu juga yang menunggu aku di sekolah saat pertama kalinya aku sekolah di taman kanak kanak.

Ibu juga yang mengantar aku pergi ke sekolah setiap hari. Ibu juga yang selalu ada saat aku sedih dan terpuruk. Ibu juga yang selama ini mengajari aku mengaji. Ibu juga yang mengajarkan aku untuk selalu tersenyum saat aku bersedih. Ibu juga yang mengajari aku tentang ketulusan, keikhlasan, motivasi untuk tetap semangat dalam segala hal.

Ibu juga yang selama ini selalu tak pernah bosan menasehati aku. Ibu juga yang selama ini selalu mendoakan aku sampai aku merasa lebih tenang.  Seiring dengan bertambahnya usiaku bertambahnya usianya Ibu tapi Tidak pernah kasih sayang ibu memudar karena digunakan usia nya ibu yang mulai menua.

Kasih sayang ibu sepanjang waktu. Sepanjang perjalanan hidupku selalu ada ibu yang mendampingi aku. Ibu ku seperti pelangi selalu memberikan keindahan untuk hidupku. Belasan tahun bahkan pilihan tahun Ibuku telah mengisi kekosongan hidupku. Ibu telah meluangkan waktu nya untuk menjagaku, menyayangiku tanpa berharap apa pun.

Ibu Maafkan anakmu yang sering mengecewakan ibu. Doamu ibu selalu aku harapkan. Kesuksesanku hari ini itu semua Berkat perjuangan ibu, Berkat doa ibu, ibu adalah motivator terbesar dalam hidupku. Ibu kau tahunnya bahwa Ibu tak perlu ucapan manis tapi baktiku yang Ibu harapkan.

Ibu Kalau selama ini, baktiku belum lah cukup untuk membalas semua waktu yang telah Ibu habiskan untuk menjagaku. Ibu dalam sujudku aku selalu menyebut nama ibu. Semoga Ibu bahagia selamanya di dunia dan di akhirat. Ibu senyumanmu lebih indah dari pelangi. Tanpa ibu aku menjadi lemah.

Ibu adalah sumber kekuatan untukku. Ibuku sosok yang termulia, hadiah Allah untuk menemaniku sampai saat nanti. Ibu, aku selalu berusaha merajut waktu yang tersisa untuk bisa membuat ibu bahagia. Dimana pun kau berada ibu, semoga Allah menjagamu. ibu jangan pernah lelah untuk membimbingku.

Ibu tanpa Ibu aku bukan siapa-siapa. Ibu yang selalu aku rindukan saat aku sedang tak disamping ibu. Rindu masakan ibu. Masakan ibu masakan terlezat yang aku tahu. Ibu mimpi terbesarku adalah membahagiakan ibu dengan caraku yang sederhana. Iya caraku yang bisa membuat Ibu tersenyum.

Caraku itu berupa baktiku pada ibu. Ibu hanya ingin itu kan bu. Menjadi cleaning service di rumah ibu dengan begitu sedikit bisa meringankan beban Ibu.

Baktiku selama ini belumlah cukup dan baktiku slama ini adalah bukti bahwa aku sangat menyayangi Ibu. Doaku selalu untuk ibu. Semoga ibu disayang Allah selamanya. Selamany cinta dan kasih sayangku ungkapkan melalui bukti itu. Iya bukti kalau selama ini aku telah menjadi cleaning service di rumah ibu.  Terima kasih ibu.