Seberapa Besarkah Jumlah Nominal Utang yang di Miliki Oleh Indonesia?

11

Utang? Rasanya sudah bukanlah hal yang asing lagi bagi kita. Banyak kali kita mendengar kata hutang. Dan rupanya hutang ini tidak hanya di kenal di kalangan masyarakat biasa saja, namun juga dalam lingkup yang luas dan juga lingkup yang lebih tinggi. Yang salah satu contohnya adalah utang yang di lakukan oleh suatu negara pada negara lain.

Ya, rupanya kegiatan utang ini rupanya tidak hanya di lakukan oleh satu negara saja. Namun juga di lakukan oleh hampir sebagian besar negara yang berstatus negara berkembang. Ya biasanya negara yang masih berstatus negara berkembang akan melakukan pada negara negara maju seperti: negara amerika, jepang, china, dan negara lainnya.

Indonesia sendiri adalah salah satu negara yang menyandang status sebagai negara berkembang. Maka meningkatkan taraf kesejahteraan dan meningkatkan – mengembangkan infastruktur – sarana dan prasarana yang lebih baik di indonesia.

Dan untuk melakukan pembangunan sarana – prasarana serta insfrastruktur ini rupanya tidak hanya di lakukan dalam satu atau dua kali saja. Namun juga berkali kali dan itu di lakukan tiap tahun. Karena untuk melakukan melakukan pembangunan, suatu negara harus melakukan pembanngunan secara terus menerus. 

Maka tiap negaara yang berstatus negara berkembang tentu  akan melakukan kegiatan utang tiap tahunnya pada negara negara maju seperti amerika serikat, china.

Kita tahu bahwa tiap negara pasti pernah  melakukan utang pada negara lain. indonesia sendiri tiap tahunnya juga melakukan  utang semacam itu  pada negara lain. hal ini tentu turut mengundang banyak tanggapan dari beragam kalangan yang ada di indoensia termasuk dari kalangan para ekono, dan juga  dari pihak kementrian keuangan sendiri.

Hal tanggapann semacam ini muncul ketika dimana calon presiden nomer urut 2 yaitu Prabowo subianto yang menganggapkan dan menyebutkan bahwa utang pemerintah semakin lama terus menumpuk dan Prabowo menegaskan jangan lagi ada nama kementrian keuangngan namun melainkan kementrian pencetak utang.

Hal ini tentu menimbulkan tanggapan dari kementrian keuangan langsung. Yang berpendapat bahwa tidaklah baik dan tidak pantas bahwa jika  seorang calon presiden republk indonesia  malah mengolok olok dan menjelek jelekan nama dari  seebuah institusi pemerintahan yang ada di negeri yang akan di pimpinnya nanti.

Selain itu dari pihak kementrian keuangan juga menjelaskan bahwa tugas dari kementrian keuangan adalah suatu badan institusi negara yang penamaan, tugas, dan fungsinya untuk mengatur alur keuangan negara. Dan semuanya itu sudah di atur semua seturut dengan aturan yang sudah di tetapkan serta telah di lindungi langsung oleh undang undang yang di miliki oleh negara.

Selain itu di sni dari pihak kementrian keuangan juga menjelaskan mengenai tingginya utang yang di miliki oleh indonesia. di sini perwakilan dari pihak kementrian keuangan menjelaskan bahwa  jika negara indonesia mengadakan atau membuat suatu hutang yang di lakukan pada negara lain.

Maka negara harus mendapatkan persetujuan dari DPR terlebih dahulu untuk bisa melakukan hutang pada negara lain. dan setelah negara melalui kementriian keuangan mendapat persetujuan dari DPR . barulah  negara melakukan hutang pada negara yang di tuju itu ( atau negara maju).

Dan, ketika negara itu melalkukan utang pada negara lain juga sudah di atur berdasarkan aturan yang ada dalam undang undang. Dan uang yang di dapat dari utang itu nantinya akan di gunakan untuk membangun infrastruktur negara.