SDN Gentong Pasuruan Ambruk, 2 Orang Jadi Tersangka

21

Peristiwa yang terjadi di Jakarta ini tepatnya di Sekolah Dasar Negeri Gentong, Pasuruan, Jawa Timur. Kejadian ambruknya bangunan sekolah tersebut ditetapkan 2 orang sebagai tersangka oleh pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Alasan tersangkanya kedua orang tersebut dikatakan oleh  Irjen Pol Luki Hermawan sebagai Kapolda karena saat itu mereka sebagai kontraktor bangunan kelas.

Hari ini Sabtu, 09 November 2019, kedua tersangka yang memiliki inisial S dan D tersebut sudah diamankan. Luki pun melanjutkan bahwa S dan D ialah kontraktor yang asalnya dari dua CV berbeda yaitu DHL dan ADL. Dimana CV pertama alamatnya ada di Desa Sebani, Gadingrejo, kota Pasuruan. Sedangkan CV yang kedua alamatnya berada di kelurahan Sekargadung, Purworejo, kota Pasuruan.

Penangkapan kedua tersangka tersebut dilakukan di Kediri yang diduga saat itu mereka hendak melarikan diri. Namun Mapolda Jatim sudah mengamankan mereka dan terjerat pasal 359 KUHP disebabkan kelalaian apalagi ada nyawa yang hilang atas kejadian tersebut. Selanjutnya pihak kepolisian juga terus mengecek pidana lain dari kasus ambruknya sekolah ini siapa tahu ada tindak korupsi didalamnya. Satu orang tersangka sudah diperiksa.

Pemeriksaan akan terus dikembangkan karena diduga ada kasus korupsi atas kejadian ini. Apalagi pengerjaan bangunan tersebut menggunakan dana anggaran negara sehingga perlu ditelusuri. Luki mengatakan ada satu yang akan didalami agar bisa dijadikan tersangka.

Kejadian  ambruknya bangunan tersebut menyebabkan 2 orang korban meninggal masih berstatus siswa dan guru yaitu Irza Almira berumur 8 tahun sedangkan gurunya bernama Sevina Arsy Putri Wijaya berumur 19 tahun. Tentu saja sangat memilukan bagi orang tua korban sebab umurnya masih belia namun sudah meninggal. Selain itu, kejadian  tersebut tak berhenti disitu sebab juga ada korban yang luka-luka dan harus dibawa ke rumah sakit terdekat. Tiga diantara korban tersebut sudah diizinkan pulang namun 8 orang anak masih di rawat di rumah sakit.

Korban ini bisa dikategorikan berbahaya sebab sudah menewaskan dua orang selain itu turun tangan langsung dari pihak kepolisian. Hingga kini dua orang yang menjadi tersangka atas kejadian ambruknya bangunan sekolah ini masih dalam tahap pemeriksaan. Tentu sangat mencurigakan dan pantas saja mereka menjadi tersangka sebab memang saat itu tugas mereka sebagai kontraktor bangunan. Pihak kepolisian bisa bergerak cepat sehinga dua orang tersebut bisa ditangkap meski sedang dalam usaha melarikan diri.