Satu Keluarga Di Bantul Menjalani Isolasi

25

Yogyakarta, 2 April 2020 – Satu keluarga yang beranggotakan lima orang terpaksa harus melakukan isolasi selama 14 hari dengan tujuan mencegah virus corona. Lima orang yang ternyata merupakan satu keluarga ini berasal dari Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Kota Jogjakarta.

Satu keluarga yang mengontrak di Desa Sumbermulyo ini harus melakukan isolasi karena ditolak oleh warga setempat. Dengan penolakan tersebut, akhirnya mereka menjalani karantina di salah satu gedung yang sudah disediakan oleh satgas penanganan virus corona.

Satgas penanganan virus corona berusaha untuk mengupayakan satu keluarga ini bisa segera pulih. Upaya yang dilakukan dengan mengisolasi mereka ini adalah dengan tujuan agar bisa mengehentikan penyebarannya agar tidakmeluas ke masyarakat.

Disana, kehidupan mereka akan tetap terjamin selama melakukan karantina 14 hari. Setelah melewati masa karantina, satu keluarga itu diizinkan kembali untuk masuk ke Desa Sumbermulyo lagi.

Anik selaku Kepala Desa mengatakan bahwa sudah menyediakan tempat untuk menampung warga yang harus menjalani karantina dengan kapasitas maksimum 20 orang. Ia menambahkan satu informasi lagi yang harus diketahui publik yang mungkin menjadi pertanyaan banyak orang terutama warga desa itu sendiri. Bahwa pemenuhan kebutuhan semua orang yang menjalani karantina di gedung tersebut dengan menggunakan biaya dari APBD.

Untuk lebih detailnya, ia menyebutkan bahwa dana yang sudah disiapkan sekitar Rp 203 juta yang sengaja disisihkan untuk dana darurat penanganan COVID-19. Beberapa kebutuhan logistik yang diberikan dari pihak desa adalah beras, minyak, dan telur untuk 800 Keluarga yang kurang mampu.

Sebelumnya, surat edaran yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melalui Sekretaris Daerah sudah diterbitkan dalam rangka mencegah penyebaran virus corona.

Salah satu poin yang disebutkan pada surat tersebut adalah pemerintah mohon bantuan kepada seluruh warganya untuk melakukan pemantauan bagi orang-orang pendatang yang baru masuk ke daerah Yogyakarta.

Hal ini dilakukan dan dianggap penting oleh pemerintah agar semua orang yang baru datang dari luar kota harus menjalani masa isolasi/karantina selama 14 hari terlebih dahulu.

Tindakan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Ditakutkan mereka yang dari luar membawa virus dari luar dan tidak menunjukkan gejala sedikitpun, sehingga penyebaran terjadi tanpa diketahui.

Isolasi tidak harus dilakukan di tempat yang sudah disediakan, melainkan bisa juga dilakukan di rumah masing-masing tapi tetap dibawah pengawasan satgas penanganan virus corona. Sebelum menjalani isolasi, tentunya mereka harus melakukan pengecekan terlebih dahulu, dan kemudian ketika menjalani isolasi juga tetap melakukan cek kesehatan secara rutin agar jika orang tersebut terinfeksi cepat diketahui.