Sampai Tanggal 5 April 2020 Layanan Pajak Ditutup

15

Jakarta, 15 Maret 2020 – Hestu Yoga Saksama  yang saat ini menjabat sebagai Direktur  Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat menyampaikan bahwa layanan perpajakan  seluruh Indonesia di Tempat Pelayanan Terpadu KPP akan ditutup sampai tanggal 5 April 2020. Hal ini dilaksanakan sebagai langkah untuk mencegah penyebaran virus corona yang saat ini sangat meresahkan masyarakat Indonesia.

Layanan pajak ditutup untuk sementara waktu yang diberlakukan untuk Layanan Luar Kantor (LDK) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Layanan ini baik itu dibawah pimpinan direktorat jenderal pajak ataupun di bawah pengawasan pihak yang lain. Masyarakat sebaiknya mengetahui informasi ini dan memanfaatkan layanan luar pintu dalam mengurus hal-hal berkaitan dengan perpajakan.

Pengecualian diberlakukan untuk pelayanan langsung di counter VAT Refund yang ada di bandara yang akan tetap dibuka, tidak berlaku penutupan layanan. Tetapi tidak dibuka secara bebas  karena juga terjadi pembatasan  tertentu. Masyarakat yang sedang mengurus VAT Refund tetap bisa mengurusnya dikarenakan pengecualian.

Selain itu pihak DJP bahkan membatasi proses komunikasi yang terjadi secara langsung. Solusi untuk hal ini, tetap dilakukan pengawasan namun melalui surat menyurat dan secara online seperti melalui chat,  telepon, surel, video conference dan menggunakan saluran online yang lain. Seluruh kantor DJP akan tetap beroperasi  tetapi  dominan pegawai akan melakukan pekerjaan dari rumah masing-masing.

Selain itu, Hestu juga mengumumkan   bahwa penyampaian  Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan (SPT PPh) tahun Pajak 2019 untuk wajib Pajak Orang Pribadi batasnya akan diperpanjang sampai akhir bulan April 2020. Perpanjangan ini sebaiknya dimanfaatkan oleh masyarakat dengan segera melaksanakan kewajibannya via online.

Seharusnya batas penyampaian SPT sampai akhir bulan Maret yakni tanggal 31 Maret 2020. Tetapi adanya pelonggaran batas waktu yang diberikan ini, disebutkan Hestu  dengan tujuan agar Wajib Pajak Orang Pribadi mendapat kepastian dan kemudahan  untuk menyampaikan SPT Tahunan. Sehingga batas waktu pelaporan diperpanjang hingga tanggal 30 April 2020 tanpa adanya sanksi terlambat melapor.

Hal yang sama juga diberlalukan untuk penyampaian SPT Masa PPh Pemungutan/Pemotongan untuk masa pajak bulan Februari tahun 2020. Batas waktu pelaporan  juga diperpanjang sampai akhir 30 April  tahun 2020 tanpa diberlakukan sanksi terlambat.

Hestu juga menyampaikan  bahwa wajib pajak yang ingin melaporkan SPT bisa dilakukan melalui layanan elektronik  dengan menggunakan layanan e-filing atau e-form. Panduan pengisian layanan bisa dilihat sendiri  di akun media sosial resmi DJP. Layanan ini aktif setelah wajib pajak  mendapat electronic filing identification number dari email resmi masing-masing kantor pelayanan pajak. Jadi, wajib pajak yang ingin berkonsultasi tetap bisa dilakukan melalui saluran online.