Saksi Ahli dari TKN Dinilai Beri Keterangan Berubah-Ubah

12

Babak baru sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) dimulai Jumat (21/6). Kubu paslon 01, Jokowi dan Ma’ruf Amin menghadirkan para saksi dan ahli ke hadapan sidang di MK. Para saksi yang hadir dinilai terlalu bertele-tele dan plin-plan oleh kubu paslon 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Pihak 02 meragukan kesaksian yang dihadirkan oleh kuasa hukum paslon 01 tersebut.

Keterangan beberapa saksi dinilai hanya memperkuat asumsi paslon 02 akan adanya kecurangan pada pilpres 2019 lalu. Hal tersebut dinyatakan langsung oleh salah satu anggota dari tim kuasa hukum pihak Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Lutfi Yazid. Lutfi mengatakan Anas Nashikin yang diajukan sebagai saksi tidak memberikan keterangan yang jelas. Keterangannya terkesan berubah-ubah dan tidak confident atau percaya diri. Padahal Anas mengakui bahwa dirinya merupakan pemateri dalam Training of Trainers (ToT).

Pihak Prabowo – Sandi melayangkan sejumlah pertanyaan kepada Anas dalam persidangan di MK. Salah satunya terkait tugas serta peran Anas dalam acara tersebut beberapa waktu lalu. Anas menjelaskan bahwa dirinya hadir sebagai seorang motivator dalam forum tersebut. Forum ini sempat dicecar oleh pihak paslon 02, namun Anas tak gentar menangkisnya. Ia menyatakan bahwa forum tersebut merupakan bentuk antisipasi dari kecurangan pilpres yang dipermasalahkan oleh kubu 02 sekarang.

Kecurangan dalam sistem demokrasi memang masih berjalan di MK hingga hari ini. Permohonan atas kecurangan pilpres 2019 oleh pihak paslon 02 masih menghadirkan para ahli. MK masih mengkaji dan mempertimbangkan semua bukti yang dihadirkan dalam persidangan sejak 14 Juni lalu. Para ahli dari kedua kubu beradu argumen untuk mengalahkan kubu oposisi di hadapan MK.

Dari keterangan Anas, Lutfi Yazid menyimpulkan adanya bentuk kecurangan yang tersistematis. Forum yang disebut-sebut oleh Anas sudah bermasalah dari judul dan materi yang disampaikan. Ia menyatakan bahwa judul forum sudah mewakili adanya tujuan dan potensi terjadinya kecurangan pada pilpres 2019. Lutfi makin menguatkan keterangannya dengan ketidakmampuan Anas menjawab pertanyaannya terkait motivator.