Saat yang Lain ‘Panas’ Oleh Pilpres, Kisah Bupati Banggai dan Wakilnya Ini Layak Diteladani

445
Bupati dan Wakil Bupati Banggai dalam acara ramah tamah dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Kota Luwuk, Banggai

Panas di Jakarta, adem di Luwuk. Mungkin itu yang tepat menggambarkan suasana politik di kabupaten yang ada di ujung Provinsi Sulawesi Tengah tersebut. Setidaknya jika melihat hubungan antara Bupati Kabupaten Banggai, Herwin Yatim dengan wakilnya, Mustar Labolo. 

Keduanya rukun-rukun saja. Bahkan mesra. Padahal secara politik, keduanya bersebrangan. Herwin, Ketua PDIP Banggai. Sedangkan wakilnya, Mustar Labolo, Ketua Partai Gerindra. Dalam pemilihan presiden 2019, dua partai ini berhadap-hadapan. PDIP mengusung Joko Widodo, sementara Gerindra menyorong Prabowo Subianto. 

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada 12 Desember 2018, saya  berkesempatan datang berkunjung ke Kabupaten Banggai. Saya datang ke sana karena diundang Kementerian Dalam Negeri meliput acara puncak peringatan Hari Nusantara yang memang dipusatkan di kota Luwuk, ibukota Kabupaten Banggai. Acara puncak Hari Nusantara itu sendiri jatuh pada tanggal 13 Desember 2018. Awalnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan hadir. Tapi karena ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan maka yang menutup acara adalah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mewakili Presiden Jokowi.

Tiba di Luwuk, siang hari, setelah singgah sebentar di Bandara Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan untuk ganti pesawat. Di Luwuk sendiri sudah ada bandar udara. Syukuran Aminuddin Amir, demikian nama bandar udara di Luwuk. Bandara masih baru, menghadap langsung ke lautan. Baru sekitar dua bulanan dioperasikan.

Bupati dan Wakil Bupati Banggai menyambut Mendagri Tjahjo Kumolo di acara ramah tamah di sebuah rumah makan di Kota Luwuk, Banggai

Malam harinya, sebelum acara peringatan Hari Nusantara digelar, Bupati dan Wakil Bupati Banggai mengundang Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan rombongan ramah tamah sembari makan malam. Ikut hadir dalam ramah tamah, Panglima Kodam Merdeka Tiopan Aritonang, Kapolda Sulteng, Ermi Widyatno dan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah di Kabupaten Banggai.  

Acara ramah tamah, selain makan malam, juga dihibur dengan hiburan musik organ tunggal. Bupati dan Wakil Bupati Banggai sempat unjuk suara. Keduanya nyanyi bareng. Sebelum menyanyi Bupati Banggai, Herwin Yatim sempat sedikit bercerita tentang kondisi dan potensi kabupaten yang dipimpinnya. Katanya, Banggai punya banyak potensi. Salah satunya adalah potensi keindahan alamnya. ” Di sini ada tempat snorkeling dan diving yang tidak kalah indah dengan Bunaken yakni yang ada di Pulau Dua. Kami juga punya air terjun Tembang dan masih banyak lagi,” kata Herwin.

Tapi cerita Herwin yang menarik adalah tenang hubungannya dengan Wakil Bupatinya, Mustar Labolo. Kata Herwin, ia dan wakilnya sudah seperti saudara, walau berasal dari beda partai.   Wakilnya merupakan ketua Gerindra di Banggai, sementara dirinya ketua PDIP. Di masa kampanye Pilpres ini, dua partai saling bersaing, karena mengusung capres yang berbeda. Tapi kata Herwin, persaingan pilpres tidak terasa di Banggai. Ia dan wakilnya sudah berkomitmen bahu membahu membangun Banggai, tak mencampurkan urusan partai.

” Makanya Pak Menteri (Mendagri), kalau di Jakarta begitu panasnya kita lihat di televisi, di sini adem ayem saja,” katanya.

Bupati Banggai dan rombongan Mendagri menikmati hidangan khas Banggai di sebuah rumah makan di acara ramah tamah menjelang acara puncak Hari Nusantara

Ia dan wakilnya sama sekali tidak terpengaruh oleh persaingan ‘panas’ di tingkat elit. Menurut Herwin, baiknya hubungan dia dengan wakilnya ikut berimbas ke bawah. Nyaris tak ada riak yang terkait persaingan pilpres. 

Di acara yang sama, Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo menambahkan, secara politik jika dikaitkan dengan persaingan pilpres, ia dan bupati Banggai bisa dikatakan saling berhadapan. ” Nah, Pak menteri kalau Pak bupati inginnya lanjutkan. Saya inginnya ganti. Tapi Alhamdulillah, kami disini tak terpengaruh. Makanya kalau lihat di televisi, di Jakarta begitu (panas), kami kaget juga. Di sini kami adem ayem saja,” kata Labolo.

Bahkan, kata Labolo, ia dan Bupati Banggai sudah berkomitmen, jika dipercaya rakyat, ingin memimpin Banggai dua periode. Ia pun meminta doa Mendagri, agar tetap rukun memimpin Banggai.

” Malah ingin kami dua periode. Mohon doanya. Saya wakil yang tahu diri. Bukan wakil rasa bupati. Biarlah yang panas itu di Jakarta, di sini kami ingin adem ayem saja, karena kita ini kan satu saudara. Kalau beda pilihan politik ya wajar saja. Yang penting saling menghormati saja,” katanya.

Bupati Banggai menerima penghargaan dari Mendagri di puncak acara Hari Nusantara di Kota Luwuk, Banggai

Kisah kedekatan Bupati Banggai dan wakilnya juga sempat dituturkan Dadang, supir mobil yang antar jemput saya selama di Banggai. Kata Dadang, ia yang pernah menjadi supir Wakil Bupati Banggai selama tiga tahun,  tak pernah menyaksikan atau mendengar Bupati dan Wakil Bupati Banggai berselisih paham atau pendapat. Selalu akur.

” Malah Mas, kalau misalnya Pak Bupati dan Wakil Bupati hadir bersamaan di satu acara, Pak Bupati kalau pidato hanya setengahnya saja, setengahnya dilanjutkan oleh wakil bupati,” katanya.

Andai pun hanya bupati saja yang hadir di satu acara, pasti tak pernah lupa menyebut nama wakil bupati dan memujinya. Begitu juga sebaliknya, jika hanya wakil bupati saja yang hadir. Pasti, nama bupati akan disebut oleh wakil bupati dalam pidatonya. ” Mereka itu sudah seperti kakak beradik. Makanya di sini, adem ayem saja. Padahal kalau saya baca berita kok karena pilpres orang kayak musuhan. Di sini masyarakat tahu, Pak Bupati itu dukung Pak Jokowi, wakilnya dukung Pak Prabowo, tapi tak pernah diumbar-umbar,” kata Dadang. 

#Catatan saat meliput hari Nusantara di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (12-13 Desember 2018).