Risma Semprotkan Desinfektan Menggunakan Drone

21

Surabaya, 23 Maret 2020 – Risma dibantu oleh tim pesawat nirawak (drone) melakukan penyemprotan desinfektan untuk meminimalisir penyebaran virus covid-19. Pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk membuat wilayahnya bersih dari corona. Hal ini semakin dilakukan mengingat jumlah pasien terinfeksi virus kian melonjak dari hari ke hari dan semakin menambah kecemasan bagi seluruh masyarakat.

Penyemprotan ini dilakukan di Kampung Kebangsreng, Genteng. Risma turut terjun dalam kegiatan tersebut guna memantau dan mengarahkan seluruh warga di sekitar untuk membuka pintu dan jendela agar cairan desinfektan tersebut dapat masuk ke dalam rumah. Risma juga menegaskan bahwa cairan tersebut tidak berbahaya dan merupakan antiseptik untuk benda-benda dan lingkungan sekitar agar tidak menjadi penyalur virus corona kepada tubuh.

Melalui ucapannya langsung Risma mengajak warga untuk menjaga jarak antar sesama setidaknya sejauh satu meter. Hal ini sebagai upaya melaksanakan social distancing. Dan melarang warganya untuk bergosip secara bergerombol. Risma mengatakan bahwa bergosipnya nanti saja jika virus corona telah hilang.

Tidak sebatas menyemprotkan desinfektan di area perkampungan, pihak pemerintah Kota Surabaya juga melakukan penyemprotan sebelumnya pada pagi tadi di sepanjang Jalan Embong Malang, Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya berharap dengan adanya penyemprotan ini maka bisa segera menghentikan penyebaran corona.

Drone yang digunakan adalah bentuk bantuan dari NPC Lab dan Asosiasi Drone Surabaya. Drone tersebut merupakan drone yang sebenarnya diperuntukkan untuk kegiatan pertanian sebagai alat penyemprotan insektisida. Drone yang sebenarnya memiliki fungsi untuk kegiatan di bidang pertanian ini digunakan oleh Pemkot Surabaya untuk mengatasi virus corona.

Risma mengatakan bahwa drone tersebut memang merupakan alat untuk kebutuhan pertanian, namun pemerintah dan masyarakat tengah berpacu dengan waktu untuk menekan angka penambahan jumlah pasien terinfeksi virus corona. Tidak hanya jumlah pasien, jumlah ODP dan PDP pun harus ditekan sebisa mungkin.

Risma menambahkan keterangan lebih lanjut bahwa kegiatan penyemprotan desinfektan dengan drone ini merupakan langkah efektif bagi area perkampungan. Karena wilayahnya yang cukup sempit dapat dijangkau dengan drone tersebut. Pencegahan dengan menyemprotkan  desinfektan ini dilakukan hingga masuk ke area-area perkampungan.

Penyemprotan ini diklaim sebagai penyemprotan desinfektan pertama di Indonesia yang menggunakan pesawat nirawak (drone). Kegiatan baru ini akan terus dilakukan oleh pemerintah kota hingga waktu yang belum ditentukan sampai wabah corona ini benar-benar selesai di Indonesia.

Surabaya merupakan kota dengan angka penyebaran virus corona tertinggi di Jawa Timur membuat Risma harus mengambil langkah efektif guna menyelamatkan lebih banyak penduduknya dari bahaya virus mematikan ini.