Risa Santoso Membuat Kebijakan Hapus Skripsi

4

Risa Santoso selaku rektor Institut Teknologi Bisnis ASIA Malang, membuat kebijakan baru yaitu memperbolehkan mahasiswanya lulus tanpa membuat skripsi.

Menurutnya, syarat kelulusan perguruan tinggi bukan hanya dilihat dari skripsi. Akan tetapi juga dapat diperoleh dengan proposal project yang bisa dilakukan mahasiswa yang mempunyai keinginan untuk terjun di dunia kerja.

Menanggapi kebijakan tersebut, Ismunandar, selaku Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Riset dan Teknologi memperbolehkan kebijakan tersebut. Menurutnya, skripsi atau laporan tugas akhir sepanjang memenuhi beberapa deskripsi dapat dikatakan memenuhi syarat. Adapun beberapa deskripsi tersebut antara lain, dapat mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan teknologi, dan menyusun deskripsi saintifik hasil kajiannya tersebut.

Hal ini juga disesuaikan dengan cara belajar mahasiswa di perguruan tinggi yang mana siswa diharuskan untuk mengembangkan suatu produk yang menarik untuk dikembangkan setelah diteliti dan dipelajari berdasarkan disiplin ilmu yang dia pelajari selama ini.

Ismunandar juga mengatakan, Sepanjang project atau tugasnya memenuhi deskripsi yang telah disebutkan tadi, maka hal tersebut dapat digunakan sebagai pengganti skripsi. Selain itu juga, kampus juga harus menetapkan standar pendidikan tingginya yang sama atau lebih tinggi dari standar di atas.

Sebelum menerapkan kebijakan tersebut, Risa memiliki cara tersendiri untuk memberlakukan kebijakan tersebut yang nantinya dibantu struktur pembantu lainnya yaitu orang yang lebih tua darinya. Di mana dirinya akan berkomunikasi langsung untuk menyampaikan ide tersebut, sehingga nantinya dapat berjalan secara efektif dan efesien sebagaimana yang diharapkan.

Risa juga mengatakan, setiap mengambil keputusan kita harus berani mengutarakan ide tersebut. Misalnya ada suatu hal yang ingin disuarakan, maka harus kita keluarkan gagasan tersebut. Kita harus menjadi orang yang proaktif dalam memberikan ide, dan mau nggak mau harus kita lakukan. Agar hasilnya nanti dapat berdampak positif bagi diri kita dan orang lain.

Wah ternyata cukup cemerlang juga kebijakan yang dibuat Risa Santoso ya. Memang kalau kita lihat dari berbagai sudut pandang, kita lebih suka diam dan menjadi audien yang pasif terhadap perubahan. Kita selalu takut memberikan beberapa ide baru dalam hidup kita. Padahal dengan kita memberikan satu ide tersebut, kita bisa saja membuat perubahan untuk diri kita sendiri dan orang lain bukan ?

Yuk mulai sekarang, kita paksa diri kita untuk menjadi manusia yang proaktif terhadap perubahan yang ada di sekitar kita.