“Reader To Be Leader”, Sudahkan Kamu Membaca Buku?

13

Selain Hari Kartini, Hari Bumi, peringatan lain yang juga dirayakan di setiap bulan April adalah Hari Buku Sedunia. “Buku Adalah Jendela Dunia” merupakan slogan yang selalu didengungkan dari dulu. Sebagai bentuk ajakan yang memotivasi setiap orang untuk membaca. Karena, melalui kebiasaan membaca akan membantu siapa saja untuk mengenal dunia lebih komprehensif.

Hadirnya perpustakaan-perpustakaan, taman-taman baca dan unit kegiatan mahasiswa yang concern pada penumbuhan minat dan kebiasaan membaca adalah langkah konkrit dari perwujudan hari buku sedunia ini. Sayangnya, hari ini pengaruh perkembangan teknologi yang semakin gencar, keluasan dunia maya yang tanpa batas, serta mudahnya akses terhadap segala perangkat dan layanan internet, menjadi salah satu penyebab hilangnya minat baca masyarakat hari ini, khususnya anak muda, generasi penerus bangsa.

Generasi hari ini yang dikenal dengan generasi millennial, merupakan generasi yang sangat dekat dengan teknologi. Kedekatan dengan ‘smartphone’ seperti sudah mengurat nadi bagi mereka. Padahal, hal yang seharusnya mengurat nadi itu adalah buku. Sebab buku merupakan jendela atau pintu pengetahuan yang akan menuntun masa depan mereka. Tapi kebiasaan membaca tampak sudah semakin berkurang.

Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah atau yang sering dikenal dengan nama Buya Hamka pernah menyampaikan bahwa membaca buku yang baik berarti memberi makan rohani yang baik. Ini dapat diartikan bahwa membaca merupakan kebutuhan rohani yang tidak dapat disepelekan. Membaca adalah bagian dari kebutuhan rohani manusia yang mesti ia penuhi.

Banyaknya orang-orang yang mudah terpapar berita hoaks mengindikasikan bahwa ia sudah kelaparan rohani. Karena, kebanyakan orang-orang yang mudah terpapar hoaks itu adalah mereka yang malas membaca, terlebih lagi malas untuk mencari tahu yang benar. Enggan untuk membaca buku dan mencari kebenaran.

Dengan membaca sebenarnya kita sudah menyelamatkan masa depan sendiri. Orang yang memiliki wawasan yang luas, adalah orang yang banyak membaca. Orang yang mampu menjadi pemimpin di masa depan pun, juga adalah orang yang rajin membaca. Bagaimana tidak? Tidak mungkin ia dapat mengatur bawahannya jika ia tidak mengerti apa pun. Seorang presiden tidak akan mungkin bisa mengatur warga negaranya, jika ia tidak memiliki wawasan yang luas tentang pemerintahan. Dan cara untuk memiliki wawasan yang luas, salah satu yang paling berperan dalam hal ini adalah buku/bacaan, yang artinya, mereka harus mampu dan rajin membaca.

Oleh karena itu, seorang pembaca yang baik, adalah calon pemimpin masa depan yang baik pula. Untuk itu, ayo galakkan kegiatan membaca sebagai hobi. Sesibuk apapun Anda, harus menyisihkan waktu barang sejenak untuk membaca.