Ratna Sarumpet Dilaporkan Ke Polisi Oleh Penduduknya Sendiri, Bagaimana Kronologinya?

66

Ratna Sarumpet selaku aktivis senior kembali dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Jika sebelumnya Ratna sering dilaporkan oleh pihak yang kontra dengan dirinya, namun kali ini dilaporkan langsung oleh pendukungnya sendiri.

Kisman Latumakulita selaku ketua komite mengatakan pihaknya merasa sudah dibohongi oleh Ratna Sarumpet yang mana dirinya mengaku telah diserang oleh beberapa orang yang terjadi di Bandung.

Krisman mengatakan jika pihaknya merasa dirugikan atas berita palsu yang disampaikan Ratna Sarumpet beberapa waktu yang lalu di media sosial bahkan secara langsung disampaikan kepada pihak terkait. (Tutur Kisman), Kamis (4/10/2018).

Kasus tersebut juga pernah diperjuangkan oleh Kisman dengan melakukan beberapa pertemuan dengan banyak orang hanya dmi membela Ratna Sarumpet. Selasa (2/10/2018) (Tutut Kisman).

Dari kasus penyebaran berita kebohongan, Ratna Sarumpet bisa dikenakan tindak pidana dengan kasus pencemaran nama baik seperti yang dijelaskan Pasal 310 KUHP dan Pasal 311 KUHP. Laporan dari Komite juga dinilai teregister dengan nomor LP/5339/X/2018/PMJ/Dit.

Bukti yang diberikan juga berupa video, foto baik itu pertemuan yang dilaksanakan sebelumnya di Menteng. Foto jelas dengan wajah Ratna Sarumpet dan catatan video dari pernyataan Ratna dimedia Nasional maupun Internasional. (Pungkas Kisman).

Penghargaan Amnesty Internasional Dicabut

Rizal Fauzi selaku kuasa hukum komite menjelaskan jika pihaknya telah mengirim surat ke Amnesti Internasional untuk mencabut penghargaan yang sebelumnya telah didapat oleh Ratna Sarumpet.

Dari laporan tersebut juga ditulisakan untuk Amnesti Internasional ikut serta dalam investigasi kasus yang dialami Ratna Sarumpet yang mana telah melakukan kebohongan besar kepada publik.

Terlepas dari pencabutan beberapa penghargaan yang dimiliki oleh Ratna Sarumpet, hal tersebut tidak berhenti disitu saja. Melainkan sampai saat ini berita tersebut terus dibahas dikalangan masyarakat.

Banyak dari kalangan masyarakat yang kecewa terhadap tindakan Ratna Sarumpet yang mana dinilai tidak memiliki etika dan sudah melakukan pencorengan nama baik orang lain. Tindakan tersebut juga sebenarnya tidak wajar dilakukan oleh seorang aktivis senior maupun junior, karena seorang aktivis dinilai memiliki dampak yang besar dalam masyarakat.

Seorang aktivis juga harus mampu menunjukan sifat yang baik bahkan memberikan contoh kepada orang disekitarnya. Namun hal tersebut tidak dilakukan Ratna Sarumpet, yang mana dirinya telah melakukan tindakan yang melanggar aturan yang tertera dalam KUHP.

Dari kasus ini, beberapa pakar hukum menyampaikan jika bisa dijadikan contoh kedepannya yang mana tidak diperkenankan seseorang untuk menyebarkan berita palsu terlebih hal tersebut mencemarkan nama baik seseorang. Pada intinya harus selalu mencerminkan sikap yang baik terlebih seorang aktivis. Dari kasus ini banyak pihak juga yang merasa geram kepada Ratna Sarumpet.