Raja Keraton Sejagat Meminta Maaf Karena Semua Hanya Fiktif

21

Purworejo 21 januari 2020 Raja Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso Hadiningrat mengungkapkan permintaan maafnya kepada warga masyarakat atas semua perbuatannya selama ini. Toto Santoso meminta maaf karena dirinya sudah membuat keresahan di tengah masyarakat, khususnya para warga Purworejo, Jawa Tengah.

Toto Santoso Hadiningrat secara terbuka menyatakan permohonan maafnya dan mengungkapkan bahwa Keraton Agung Sejagat hanyalah fiktif. Lalu selanjutnya, Toto juga mengungkapkan bahwa janji yang sudah dibuatnya kepada para pengikutnya hanyalah fiktif belaka. Permohonan maaf yang ia ungkapkan ditujukan kepada masyarakat umum yang sudah dibuat resah karena ulahnya dan juga khususnya untuk warga Purworejo di sekitarnya.

Toto juga menambahkan bahwa permintaan maaf tersebut sudah mewakili istrinya, Fanni Aminadia. Istrinya selama ini disebut sebagai Ratu Keraton Agung Sejagat yang selalu mendampingi Toto di setiap menjalankan aksinya. Pasangan suami istri tersebut selama ini telah memperkenalkan diri sebagai pasangan Raja dan Ratu dari kerajaan milik mereka.

Dengan suara lirih, Toto mengatakan bahwa Fanni serta dirinya akan menyerahkan segala proses hukum kepada pihak kepolisian. Pasangan ini sudah pasrah dan akan selalu menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Toto juga berujar bahwa dirinya sudah menyesal dan tidak mau memberikan terlalu banyak komentar.

Kuasa hukum Toto Santoso dan Fanni Aminadia, Mohammad Sofyan, dengan tegas menyatakan bahwa kliennya sudah menyampaikan permohonan maaf kepada publik, serta sudah mengakui kesalahan yang sudah diperbuat dan sudah merasa menyesal. Ia melanjutkan bahwa kliennya tidak mau memberikan keterangan yang berkaitan dengan materi pemeriksaan dari pihak penyidik.

Toto Santoso dan Fanni Aminadia telah menjadi perhatian publik sejak pekan lalu. Di mata publik, Toto Santoso dikenal sebagai Raja Keraton Agung Sejagat dan Fanni Aminadia dikenal sebagai Ratu Keraton Agung Sejagat. Aksi pasangan ini pun viral di media massa maupun media sosial.

Keraton Agung Sejagat yang berada di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Purworejo itu didirikan oleh Toto Santoso dan Fanni Aminadia. Pasangan ini mengaku menjadi penerus kerajaan Majapahit di Nusantara yang dulu muncul ketika perjanjian 500 tahun dengan bangsa Portugis telah berakhir.

Pihak kepolisian pun sudah menangkap Toto beserta istrinya di kediamannya yang menjadi keraton di daerah Purworejo pada tanggal 14 Januari lalu. Proses penangkapan ini dipimpin langsung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Komisaris Besar Budi Haryanto.

Perbuatan ini diduga melanggar pasal 14 UU No 1 tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong berakibat membuat onar di kalangan rakyat dan pasal 378 KUHP tentang penipuan.