Raja Begal Kota Padang, Sumbar, Berhasil Dilumpuhkan Si Timah Panas

40

Kota Padang adalah ibukota Propinsi Sumatera Barat. Kota ini sangat padat penduduk dan termasuk kota yang maju di wilayah Sumatera Barat, karena ia merupakan ibukota propinsi. Sejak beberapa bulan yang lalu, pembegalan cukup meresahkan masyarakat Kota Padang. Banyak sekali kasus pembegalan yang terjadi di kota ini.

Baru-baru ini, dilaporkan bahwa sang “Raja Begal” yang cukup membuat masyarakat resah telah tertangkap. Ia berhasil ditangkap oleh polisi, setelah dilumpuhkan dengan timah panas, saat mencoba untuk melarikan diri.

Dilansir dari berbagai pemberitaan daerah maupun nasional, si pembegal itu berhasil ditangkap polisi setelah membacok seorang pelajar yang berusia 19 tahun. Korban berinisial FA ini merupakan warga Bandar Buat Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang, dibacok oleh tersangka yang berinisial EPR yang berusia 22 tahun dengan sebilah celurit.

Akibat aksi kejamnya itu, sang korban mengalami luka sadis yaitu robek di perut dan punggung. Bahkan, si pelaku begal juga melarikan sepeda motor korban. Saat ini, si raja begal sudah ditahan di Mapolsek Lubuk Begalung.

Dikutip dari kompas.com, menurut AKP Rico Fernanda, EPR yang merupakan raja begal Kota Padang ini juga merupakan raja tawuran, sekarang ia sudah dijadikan sebagai tersangka dan sudah ditahan di hotel prodeo.

Penangkapan tersangka adalah akibat pelaporan yang dilakukan pihak korban pembegalan. Dan diketahui ternyata tersangka sudah sangat sering melakukan pembegalan di Kota Padang.

Tercatat, EPR sudah melakukan aksi bejat pembegalan ini sebanyak 21 kali di 21 lokasi berbeda di Kota Padang. Tersangka sudah diintai oleh pihak kepolisian dan saat diterima informasi tentang keberadaan tersangka, polisi langsung bergegas dan bertindak.

Tersangka ditangkap saat sedang berada di rumahnya di Jalan Koto Panjang No 04 RT 003 RW 001 Kelurahan Batung Taba Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang. Saat polisi datang, ternyata tersangka sedang asyik beristirahat bersama teman-temannya.

Sempat terjadi perlawanan dari tersangka, yang menyadari kedatangan polisi. Si Raja Begal ini kaget dan berusaha melawan, hingga pada akhirnya polisi harus melumpuhkannya dengan timah panas. Kemudian dibawa ke mapolsek Lubuk Begalung untuk ditahan.

Padanya diberlakukan pasal berlapis. Sang Raja Begal Sadis ini dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan menggunakan kekerasan dengan maksimal hukuman 9 tahun penjara dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara.