Pro Kontra Warga Depok Terhadap Larangan Ondel-Ondel Di Jalan

16
ondel ondel

Pemerintah Kota Depok baru-baru ini melarang ondel-ondel keliling yang biasanya dimainkan atau dibawa oleh anak-anak di beberapa ruas jalan.

Larangan ini dikeluarkan oleh Mohammad Idris selaku walikota Depok pada tanggal 21 Agustus 2019 kemarin. Melalui surat yang telah dikeluarkan oleh bapak Idris dengan nomor 463/408-DPAPMK perihal imbauan yang ditujukan kepada seluruh camat yang ada di daerah Depok untuk mendukung program Depok kota layak anak.

“Imbauan ini kami keluarkan dengan tujuan untuk menghindari bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak (BPTA) yang salah satunya adalah ondel-ondel keliling yang biasanya dimainkan oleh anak-anak dan sering kita jumpai di beberapa ruas jalan”

Idris juga mengatakan, mempekerjakan anak-anak sebagai pemain ondel-ondel adalah suatu perbuatan melanggar aturan tentang anak di bawah umur dan bisa masuk pidana. Selain itu, ondel-ondel yang biasanya mereka bawa keliling menelusuri ruas-ruas jalan justru mengganggu ketertiban lalu lintas di jalan-jalan dan tentunya membahayakan diri anak itu sendiri.

Idris menambahkan juga “ondel-ondel yang menjadi simbol budaya Betawi itu saat ini sudah disalahgunakan oleh beberapa orang, mereka menggunakan ondel-ondel sebagai kegiatan meminta-minta. Banyak juga seniman yang protes masalah ini”

Untuk itu dengan adanya surat edaran yang sudah kami keluarkan selaku pemerintah kota Depok, kami menghimbau kepada para camat se-kota Depok untuk mengawasi rumah-rumah singgah pekerja ondel-ondel keliling yang ada di wilayah kecamatan masing-masing. Jika masih ada ondel-ondel keliling dan mempekerjakan anak-anak, pihaknya tak segan-segan akan bertindak tegas sebagaimana peraturan yang berlaku.

Namun terkait surat edaran tersebut, ternyata banyak pro kontra di kalangan masyarakat Depok. Mereka yang pro mengatakan adanya ondel-ondel di jalan itu tidak menjadi masalah, malah menjadi penghibur sendiri bagi kami pengguna jalan. Apalagi didalam (ondel-ondel) itu anak-anak, ya sekalian memperkenalkan budaya sama mereka juga.

Sedangkan masyarakat yang kontra, mereka mengatakan justru seperti menjelek-jelekkan budaya kita sendiri. Selain itu juga, pemainnya anak-anak kasian panas-panasan dan bahaya untuk mereka.

Nah menurut kamu sendiri, apakah keputusan pemkot Depok itu sudah benar? Atau justru membuat masalah baru? Ya kalau diliat di satu sisi sih, kesenian ondel-ondel yang sering kita lihat di jalan sih justru baik ya untuk memperkenalkan budaya kita di masyarakat.

Namun di sisi lain, pemainnya yang masih anak-anak itu juga memang membahayakan diri mereka sendiri di jalan. Apalagi setiap hari pengguna kendaraan selalu ramai tak pernah sepi. Ya semoga apa yang menjadi pemkot Depok, menjadi keputusan yang baik untuk masyarakatnya.