Pro Kontra Lagu yang Dipasang di Lampu Merah Depok

15

Awal September kemarin, tepatnya tanggal 01 September 2019, Mohammad Idris selaku walikota Depok Jawa Barat telah meresmikan lagu yang berjudul “Hati-hati” untuk dipasang di persimpangan lampu merah Simpang Ramanda, Depok. Rencananya semua lampu merah yang ada di Kota Depok nantinya akan dipasang rekaman lagu dan himbauan ini nantinya.

Sebelumnya, lagu “Hati-hati” ini juga pernah diuji coba di kawasan lampu merah Margonda beberapa pekan lalu. Selain lagu, Idris juga memberikan pesan berupa rekaman dengan durasi waktu kurang lebih satu menit, kepada para pengguna kendaraan bermotor yang isinya sebagai berikut:

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Kami pemerintah kota Depok bekerja sama dengan Satlantas polres kota Depok berkenan menyampaikan pesan-pesan dan imbauan kepada pengguna jalan yang budiman. Yuk, kita taati lampu lalu lintas dan marka jalan, agar kita semua merasa nyaman dan tertib di dalam berlalu lintas. Terimakasih atas perhatiannya dan semoga selamat sampai tujuan. Karena kita ditunggu orang-orang tercinta kita”

Namun kerja nyata yang dilakukan walikota Depok ini masih menjadi pro kontra di sebagian masyarakat Depok sendiri. Mereka ada yang mengatakan bahwa dengan adanya himbauan berupa pesan dan juga lagu yang dipasang di persimpangan lampu merah justru tidak efektif dan tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Hal ini dikarenakan adanya suara bising dari tiap-tiap kendaraan yang berlalu lalang dan juga suara klakson kendaraan.

Pengguna kendaraan lain juga mengatakan kurang sependapat dengan pemasangan lagu yang diperdengarkan di lampu merah. Menurut mereka, hal ini juga percuma dilakukan karena suara rekaman yang dilakukan walikota Depok tidaklah jelas, karena bentuk rekamannya itu diputar melalui toa bukan speaker. Jadi suara yang didengar para pengemudi tidaklah jelas. Mereka juga beranggapan tanpa adanya imbauan pun mereka sudah tahu tentang peraturan lalu lintas, jadi ada baiknya rekaman tersebut tidak dipasang kembali.

Namun di balik penolakan tersebut, ternyata ada juga pengemudi jalan yang menyambut positif kinerja pemerintah kota Depok ini. Menurut mereka, hal ini justru berpengaruh positif karena memberikan peringatan dan arahan yang tepat bagi para pengendara yang masih suka melanggar aturan lalu lintas. Selain itu juga mengobati kejenuhan bagi para pengguna yang berhenti di lampu merah.

Melihat respon dari masyarakat sendiri demikian, bagaimana ya pendapat dari pemerintah kota Depok sendiri? Menurut Dadang Wihana selaku kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, keluhan yang disampaikan oleh para masyarakat nantinya akan dijadikan bahan evaluasi, seperti pembenahan speaker dan lainnya. Selain itu, pemutaran lagu dan himbauan tersebut tidak diputar sepanjang waktu. Jadi ada jam-jam tertentu pemutarannya, biasanya hanya diputar di jam-jam yang padat kendaraan, seperti pagi dan sore hari.

Nah itu dia penjelasannya dari pihak pemkot sendiri. Kita doakan semoga program yang dicanangkan pemerintah memberikan dampak positif untuk para warganya ya.