Presiden Prancis Putuskan Perpanjang Lockdown

10

Paris, 09 April 2020 – Emmanuel Macron yang saat ini menjabat sebagai Presiden Negara Prancis mengeluarkan kebijakan untuk memperpanjang masa lockdown bagi warganya. Sehingga Perancis akan diberlakukan lockdown sampai lewat tanggal 15 April 2020. Tentunya masa lockdown diperpanjang untuk menghambat penyebaran virus corona meningkat semakin banyak warga Eropa yang meninggal akibat virus corona.

Bahkan saat ini seperti yang disebutkan oleh Pejabat Kepresidenan saat ini negara Prancis sudah menjadi mengalami banyak sekali kasus dengan 10 ribu lebih kasus kematian akibat terjangkiti virus corona ini. Hal ini menjadi salah satu alasan diperpanjang masa lockdown. Keputusan ini rencananya akan diumumkan oleh Presiden Emmanuel Macron  dalam pidatonya hari Senin mendatang.

Berkaitan dengan hal ini, Jerome Salomon yang saat ini memiliki jabatan sebagai Direktur Jenderal Kesehatan Prancis menyebutkan sudah ada sebanyak 7.148 pasien virus corona yang menjalani perawatan secara intensif. Dimana angka ini sudah ada penambahan dari hari sebelumnya sebanyak 17 orang, dan ini sebenarnya penambahan terendah untuk beberapa terakhir.

Salomon juga menyebutkan penambahan terendah ini terjadi setelah Presiden Prancis mengeluarkan kebijakan lockdown. Guna menyeimbangkan antara kurva kematian dengan kurva penambahan pasien corona. Selain itu, berhasilnya lockdown tak lepas dari para warga yang disiplin mematuhi aturan dan kebijakan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah dan menjaga jarak.

Salomon yakin bahwa kurva ini akan stabil dalam beberapa hari terakhir. Namun, tetap saja yang perlu diketahui bahwa saat ini kondisi dan situasi Prancis masih ada di puncak pandemi virus covid-19. Masyarakat harus tetap waspada dengan kondisi terkini di negara Prancis ini dan terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran virus corona.

Selanjutnya jika melihat data dari John Hopkins University maka saat ini negara Prancis berada di tingkat keempat dengan jumlah pasien corona yang paling tinggi setelah negara Amerika Serikat, Italia dan Spanyol. Dimana jumlah total kasus pasien corona di Prancis sebanyak 113.959 pasien, sedangkan pasien yang sudah sembuh sebanyak 21.452 orang dan pasien yang sudah meninggal sebanyak 10.887 orang.

Melihat selama beberapa pekan terakhir, sedikitnya penambahan pasien virus corona, jika warga Prancis dan segala pihak bekerja sama dengan baik mengikuti perintah untuk lockdown. Lebih mungkin ke depannya semakin sedikit pasien yang terjangkiti virus corona. Jika pemerintah sudah menerapkan lockdown namun masyarakatnya bebal atau tidak mematuhi peraturan dan tetap berkeliaran di luar rumah, di jalan dan tempat keramaian lainnya, maka pasien corona bisa saja akan terus bertambah.