Presiden Jokowi Rencanakan Pertemuan Dengan 10 CEO Perusahaan Korea

24

Jakarta, Senin 25 November 2019 seperti yang disebutkan BPKM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) bahwa Joko Widodo (Presiden Indonesia) akan mengadakan pertemuan dengan 10 CEO dari perusahaan kelas kakap Korea Selatan. Tujuan utama dilakukan pertemuan ini, adalah untuk meningkatkan investasi dari berbagai perusahaan besar yang berasal dari negara Ginseng.

Korea Selatan memiliki banyak perusahaan-perusahaan dengan ukuran yang besar sehingga bisa diharapkan investasi dari mereka. Diantara perusahaan besar tersebut ialah Posco, Lotte Corporation, LG Chem, GS global, Hankook Technology Group,CJ Group, SK E&C, Doosan Corporation, Daewo Shipbuilding & Marine Engineering serta The Export Import Bank of Korea (KEXIM).

Imam Soejoedi selaku direktur dari Promoso BKPM menyampaikan bahwa pertemuan antara Jokowi dengan CEO Perusahaan Korea dilaksanakan sekaligus dengan makan siang bersama atau dikenal dengan nama lunch meeting. Jokowi dalam pertemuan tersebut didampingi oleh Bahlil Lahadalia selaku Kepala BKPM.

Beberapa menteri yang turut mendampingi Jokowi selain kepala BKPM  dari Kabinet Indonesia Maju, diantaranya Luhut Binsar Panjaitan selaku Menko Maritim dan Investasi, Menteri Perindustrian bernama Agus Gumiwang Kartasasmita, Airlangga Hartato Menko Perekonomian, Erick Thohir sebagai Menteri BUMN dan Pratikno sebagai Mentri Sekretaris Negara.

Seperti yang disebutkan Imam bahwa semua top manajemen ataupun CEO dari perusahaan diatas mengatakan siap hadir di lunch meeting tersebut. 

Sementara itu, Rizal Calvary Marimbo yang saat ini sebagai anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi dari BKPM menyampaikan bahwa saat ini Korea Selatan yang terkenal dengan negara Ginseng ialah salah satu negara sumber investasi asing bagi negara Indonesia. Bahkan total PMA Korea Selatan ke Indonesia sejak 2014 sampai kuartal III 2019 dengan jumlah sebanyak 7.67 miliar dolar AS.

Sektor yang termasuk didalamnya industri mesin dan industri elektronik sebanyak 14 persen, sektor pertambangan sebesar 12 persen, sektor karet dan plastik sebesar 8 persen dan sektor pakaian sebesar 8 persen serta industri yang lainnya sebesar 51 persen.

Tetapi disatu sisi, Indonesia bagi Korea Selatan belum menjadi tujuan utama investasi dari para pengusaha negara Ginseng tersebut.  Dimana saat ini Indonesia ada di urutan ketiga bagi Korea sebagai tempat investasi mereka. Indonesia sendiri masih kalah dengan negara Vietnam.

Dan ini menjadi tantangan  tersendiri bagi negara Indonesia  agar kedepannya lebih maju sehingga menjadi tujuan utama investasi dari Korea Selatan. Investasi ini sangat penting dan dibutuhkan oleh negara Indonesia.