Presiden Indonesia Larang Warganya Mudik

76

Jakarta, 21 April 2020 – Joko Widodo selaku Presiden negara Republik Indonesia memberikan larangan kepada warganya untuk mudik lebaran tahun 2020 ini. Hal ini tentu saja Presiden ingin melindungi warganya agar kasus virus corona bisa ditekan, tidak meningkat.Larangan ini disampaikan Presiden Jokowi sendiri dalam rapat terbatas yang dilakukan di Istana Merdeka melalui konferensi video.

Larangan ini sebaiknya perlu dipatuhi oleh semua warga negara Indonesia agar virus ini bisa cepat menghilang. Tentu tidak ingin lagi banyak korban jiwa dari virus yang mengerikan ini. Jokowi mengatakan bahwa larangan mudik dikeluarkan  setelah adanya larangan mudik  bagi para anggota Polri dan TNI serta para pekerja di Aparatur Sipil Negara.

Selain itu, keputusan ini diambil tidak secara sembarangan tanpa mempertimbangkan hal lainnya. Sebelum mengeluarkan kebijakan, pemerintah sudah mengkaji dan mendalami langsung ke lapangan. Bahkan diklaim telah dilakukan survey oleh Kementerian Perhubungan berkaitan dengan larangan mudik ini.

Jokowi menyebutkan hingga saat ini diketahui sebanyak 68 persen tidak mudik. Namun dibalik ini ada yang bersikeras untuk mudik lebaran sekitar 24 persen serta yang sudah mudik kurang lebih sebanyak 7 persen. Maka bisa disimpulkan masih ada sejumlah besar masyarakat yang ingin mudik dengan angka 24 persen tersebut.

Sebelumnya, jumlah pemudik tahun 2020 diperkirakan oleh KIC (Katadata Insight Center) bisa mencapai 3 juta orang. Meskipun saat ini pemerintah sudah mengeluarkan larangan mudik di tengah pandemi corona karena masih ada masyarakat yang bersikeras ingin mudik. Mulya Amri selaku Direktur Riset KIC menyebutkan tahun lalu jumlah pemudik sebanyak 18,3 juta orang. Sedangkan untuk tahun ini berpotensi 3 juta orang selama pandemi corona ini.

Berhubungan dengan hal ini, LIPI atau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sudah melakukan survey  kepada 3.853 responden yang dilakukan pada tangal 28 hingga 30 Maret lalu melalui media sosial. Hasil yang diperoleh masih ada sejumlah 43,78 persen responden yang memutuskan tetap mudik sedangkan yang tidak mudik sebesar 56.22 persen. Sangat besar perbandingan antara yang bersikeras mudik dengan yang tidak mudik.

Banyak sekali yang melakukan survey tentang mudik lebaran ini. Bahkan SMRC juga melakukan survey yang kemudian didapatkan bahwa sekitar 31 persen warga Jakarta masih ada yang ingin mudik lebaran tahun ini. Kemudian CSIS memprediksi penularan corona semakin tinggi jika banyak warga yang mudik. Hal ini tentunya harus diatasi dengan segera agar penyebaran virus ini segera bisa dihentikan. Kegiatan mudik tentunya bisa menjadikan kekhawatiran penyebaran virus corona di Indonesia.