Prabowo Memberikan Alasan Menyuarakan Kasus Ratna Sarumpaet Karena Hal Ini

67

Salah satu calon capres 2019 yakni Prabowo Subianto memberikan alasan jika dirinya sempat ikut menyuarakan kasus Ratna Sarumpet beberapa waktu yang lalu. Prabowo selaku ketua umum partai Gerindra dan sebagai capres pilpres 2019 sempat ikut menyuarakan kasus penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet.

Namun setelah kasus tersebut diselidiki dan ternyata merupakan berita bohong atau hoax, bahwa pada kenyataannya apa yang dialami Ratna Sarumpet terkait penganiayaan tidak benar-benar terjadi, dengan langkah cepat Prabowo memberikan klarifikasi atas keikutsertaan dirinya dalam menyuarakan isu tersebut.

Alasan dari seorang Prabowo ikut menyuarakan kasus teresbut yakni dirinya menganggap bahwa Ratna salah satu aktivis yang sangat dihormati. ( Jelas Prabowo)

“saya menjelaskan disini mengapa beberapa waktu yang lalu saya ikut serta dalam menyuarakan kasus tersebut, karena saya merasa terusik, serta Ratna salah satu pribadi yang sangat saya hormati.” Saya mengenal beliau cukup lama, yang mana Ratna membela orang susah, tertindas dan miskin. (Tutur Prabowo, dikediamannya jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru) Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018).

Alasan lainnya ialah Prabowo merasa khwatir pada Ratna Sarumpet ketika diberitakan mengalami penganiayaan. Sebelumnya juga Ratna Sarumpet sempat bertemu dengan dengan ketua partai Gerindra tersebut yakni Prabowo.

setelah kasus tersebut dinyatakan palsu, Prabowo beserta Badan Pemenangan nasional (BPN) mengakui telah meminta maaf kepada semua pihak publik karena dirinya sempat menyuarakan kabar bohong tersebut.

Ratna Dicoret Dari Jurkamnas

Setelah melakukan tindakan yang melanggar hukum yakni melakukan penyebaran berita kebohongan, tidak lama berselang dari berita tersebut, Ratna Sarumpet langsung di copot dari jurkamnas BPN serta Prabowo langsung mempersilahkan kepolisian untuk melakukan pemrosesan dengan hukum.

Dari kasus Ratna Sarumpet beberapa waktu yang lalu dan beredar dimedia sosial, hal tersebut dinilai dari sebuah pencitraan oleh berbagai pihak terlebih warga sipil atau netizen.

Serta hal lainnya yang menjadi perhatian ialah keikutsertaan Prabowo dalam penyebaran berita palsu. Banyak yang menilai jika Prabowo bisa saja mencoreng kredibilitasnya pada pilpres 2019, yang mana dinilai sudah mempercayai sesuatu yang kebenarannya belum diketahui dengan jelas terlebih dengan data-data yang akurat.

Alasan Prabowo juga dengan cepat melakukan permintaan maaf kepada public dinilai sebagai kegelisahannya didalam dunia politik. Banyak yang beranggapan bahwa Prabowo memiliki kekhwatiran dari tindakan dirinya beberapa waktu lalu terlebih dalam pilpres yang semakin dekat.

Dengan keikutsertaan prabowo dari kasus tersebut, langsung banyak menimbulkan cuitan dari berbagai netizen yang muncul dimedia sosial bahkan tidak sedikit dari mereka yang memberikan tanggapan negatif.

Namun meski telah menyebarkan berita palsu, banyak juga yang beranggapan jika hal tersebut tidak akan berpengaruh bagi Prabowo dipilpres yang akan mendatang di 2019.