Politik Nasi Goreng Ala Prabowo-Mega Jadi Trending Topic

22

Setelah rentetan penyelenggaraan pemilihan presiden yang cukup panjang berakhir, kini kedua kubu yang dulu saling bersaing telah bersatu. Pertemuan antara Jokowi dan Prabowo telah menjadi tanda bahwa kedua kubu siap memajukan Indonesia bersama-sama.

Tak hanya melakukan pertemuan dengan Jokowi, Prabowo juga baru saka melakukan pertemuan dengan ketua umum PDIP, Megawati Soekarno Putri. Uniknya, pertemuan ini disebut dengan ‘politik nasi goreng’.

Hal ini dikarenakan jamuan yang diberikan oleh Megawati adalah menu nasi goreng. Bukan sekedar nasi goreng biasa, tapi nasi goreng buatan Megawati sendiri. Ternyata nasi goreng ini adalah permintaan langsung dari Prabowo.

“Beliau (Prabowo) menagih terus. Katanya nasi goreng yang saya buat enak sekali,” kata Megawati sambil tersenyum. “Telah dibuktikan oleh semua yang hadir, katanya enak. ‘Memang enak ya, Bu. Makanya sering-sering diundang untuk makan nasi goreng,” lanjutnya menirukan kalimat Prabowo.

Prabowo menambahkan, “Luar biasa, saya sampai nambah, tapi Beliau (Megawati) ingatkan saya untuk diet.”

Menurut Megawati, keuntungan menjadi seorang perempuan adalah mampu memegang kendali politik dengan ‘perut’ melalui masakan yang lezat.

“Untunglah kalau perempuan pemimpin dan politisi, ada bagian yang mudah meluluhkan hati laki-laki, itu namanya politik nasi goreng yang ternyata ampuh,” canda Megawati sambil tertawa.

Megawati dan Prabowo beberapa tahun belakangan ini memang memiliki pandangan politik yang sangat berbeda. Padahal pada tahun 2009, keduanya pernah berpasangan dalam pemilihan presiden 2009. Sayangnya, keduanya justru berpisah akibat memiliki pendapat politik yang berbeda pada tahun 2014 dan 2019.

Namun Megawati mengatakan bahwa meskipun pernah berbeda pandangan politik, namun ia berharap kali ini ia dan Prabowo bisa kembali bersahabat dalam memajukan negara Indonesia.

“Saya bilang, ‘Mas. sebenarnya beda pendapat itu biasa. Kenapa harus diteruskan? Mari rukun kembali, jadi persahabatan kita mendapat ujung demi kepentingan bangsa dan negara’,” ucapnya sambil melirik ke Prabowo.

Menurut pengamat politik, Muradi, pertemuan kedua tokoh besar ini menguntungkan kedua belah pihak. Megawati mendapatkan keuntungan dengan pertemuan ini sebagai usaha menjaga kans politik, apalagi adanya kemungkinan kocok koalisi pada tahun 2024.

Tak hanya Megawati, Prabowo juga mendapatkan keuntungan dengan kemungkinan meluasnya dukungan massa. Hal ini terkait dengan banyaknya dukungan yang meninggalkan Gerindra pasca pertemuan Prabowo dengan Jokowi.

Namun apapun yang ada di balik pertemuan ini, kita doakan saja Indonesia mendapatkan pemimpin yang mampu memjalankan amanah rakyat.