Polisi Usut Dugaan Pencabulan Putra Kiai Ternama di Jombang

24

Jombang 19 Januari 2020 Kepolisian Derah Jawa Timur telah mengambil alih penanganan serta mendalami perkara dugaan permerkosaan dan pencabulan yang dilakukan kepada anak di bawah umur. Perkara ini dilakukan oleh MSA (39) yang merupakan putra seorang kiai ternama di daerah Jombang jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa kasus ini diambil alih pihaknya dengan tujuan untuk memberikan kepastian hukum terhadap laporan polisi nomor : LP/329/X/RES.1.24./2019/JATIM/RES Jombang pada tanggal 29 Oktober 2019 lalu.

Proses pelimpahan perkara ini, didahului oleh penyelenggaraan gelar perkara yang dihadiri oleh beberapa pejabat fungsi yang terkait. Proses ini sesuai dengan ketentuan Pasal 32 ayat (1) Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Penyidikan Tindak Pidana.

Nantinya, setelah kasus tersebut dilimpahkan ke Polda Jatim maka penanganan lanjutan akan  dilakukan oleh tim Penyidik Tindak Pidana Umum (Ditreskimum) Polda Jatim. Pihaknya akan lebih mendalami dan mengkaji tentang upaya penanganan kasus tersebut.

MSA adalah seorang warga yang berasal dari Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang. Pria ini merupakan pengurus yang juga merupakan putra dari kiai ternama di pesantren yang berada di Kecamatan Ploso di Jombang. Statusnya sebagai seorang anak dari tokoh agama terpandang ternyata tetap tidka menghindarkannya dari tindakan kriminal.

Pada bulan Oktober tahun 2019 lalu, MSA dilaporkan ke Polres Jombang atas dugaan pencabulan yang dilakukannya terhadap perempuan di bawah umur yang berasal dari Jawa Tengah. Korban tersebut merupakan salah satu dari santri atau anak didik MSA di pesantren yang diurusnya.

Selama dilakukan penyidikan oleh Polres Jombang, MSA diketahui tidak pernah sekalipun mau memenuhi panggilan dari penyidik. Walaupun demikian, MSA sudah ditetapkan menjadi  tersangka atas kasus dugaan perkosaan dan pencabulan ini pada bulan Desember tahun 2019 lalu.

Komisaris Besar Polisi Pitra Ratulangi selaku Direktur Reserse Kriminal Umum atau Direskrimum membenarkan kasus MSA tersebut. Ia mengatakan bahwa MSA sekalipun tidak pernah memenuhi panggilan dari pihak kepolisian. Kondisi ini tentunya akan memberikan dampak buruk secara hukujm terhadap MSA karena menghiraukan polisi.

Karena hal tersebut, akan dilakukan gelar perkara mengenai tidak dipenuhinya panggilan dari kepolisian. Pihak dari Polres Jombang sudah melakukan pemanggilan, namun yang bersangkutan tidak ada i’tikad untuk datang. Jadi hal ini akan dikaji dalam gelar perkara nantinya.

Dalam waktu dekat, Polda Jatim juga akan melakukan pemanggilan ulang terhadap tersangka MSA ini. Jika tersangka tetap tidak memenuhi panggilan tersebut, maka yang bersangkutan akan dijemput secara paksa sesuai dengan ketentuan.